Wie der herannahende Sturm

Lyle Rivulet
Chapter #6

Sekutu dalam Penderitaan

Seperti yang kuduga, batas 30 menit yang ditetapkan oleh Rusy molor hingga hampir satu jam. Pria itu lantas mengomel kepada saudara-saudaranya yang lain secara tidak langsung. Lebih seperti ucapan sarkas dibalut keramah-tamahan kepada mereka yang telah memberi makan. Aku sendiri tepat waktu. Membangunkan Marius pas di menit ke-20 sehingga dia bisa menikmati goulash-nya dengan lebih santai sekaligus dapat mencicipi Lebkuchen yang dibawa oleh Ark. Sungguh, dalam sekilas waktu, saat aku melihat Ark berbincang dengan Marius, aku bisa melihat manusia normal. Selebihnya, pemuda itu seperti seorang mata-mata kepadaku. Ya, kurasa dia memang tangan kanan Rusy―meski aku belum pernah mencuri lihat dia menyampaikan sesuatu kepada Rusy secara diam-diam―tapi dia takkan pernah tahu kalau aku juga seorang mata-mata kepada sepupu tertuanya itu. Iya, bukan?

Ketiga pendaki yang pada akhirnya memutuskan untuk turun, sedang membantu mengemaskan peralatan tambahan untuk Rusy. “Akan menjadi perjalanan yang sulit,” katanya, sebab tekanan udara terlihat menurun pada jam tangan canggih sang pemandu.

“Kami juga mempunyai pemandu yang andal. Sudah beberapa kali selamat dari badai.” Rusy membela diri. Sang pemandu hendak menyanggah, tetapi mungkin tidak merasa perlu memberi nasehat pada mereka yang tidak memberinya uang. Namun, dia sangat berbaik hati memberikan sepertiga perbekalannya.

Selagi Rusy dan para pendaki itu―dibantu Ario―membereskan semua peralatan, termasuk membagi tugas siapa membawa apa, aku menyiku lengan Marius, lalu berbisik, “Memang sudah berapa kali kalian melewati badai dan ditolong Ark?”

Marius menyodorkan dua jarinya. Aku hampir memutar bola mata.

“Tapi dia benar-benar telah menolong kami dari bencana besar beberapa kali. Kamu harus mempercayainya. Dia telah melakukan pendakian bersama kami selama empat tahun terakhir.”

“Bukankah dia masih 16 tahun? Terlalu muda untuk menjadi pahlawan pada agenda tahunan.”

“Pendakian ini bukan tahunan. Pada dasarnya Rusy memang suka berjalan-jalan, menantang alam, dan Ark selalu ikut. Selain pendakian tahunan, aku hanya dengar-dengar dari yang lain.”

“Lalu, dari umur berapa dia kalian rundung?”

Marius membelalak seolah menuntut jawab dari mana aku mengetahui hal tersebut. “Dari semenjak Ark belajar berjalan. Dia satu-satunya cucu laki-laki keturunan Unkle yang berbeda marga. Rusy mungkin risih dan mulai iseng.”

“Sampai Ark harus menjalani operasi? Itu bukan lagi iseng, tapi keterlaluan.”

“Aku juga turut andil.”

Lihat selengkapnya