Wie der herannahende Sturm

Lyle Rivulet
Chapter #13

Kesenangan dalam Wajah Dadu

“Siapa di sana?”

Nyala lampu senter menyorotku. Spontan tanganku melindungi mata dari silau sesaat.

“Seberapa banyak kamu mendengarkan kami, Ark?”

“Cukup banyak sampai aku tahu bahwa ada rencana tersembunyi di balik pendakian ini.”

Salah satu dari mereka berderap ke arahku. Jemarinya mencengkeram kerah bajuku. Arah senternya yang diacungkan padaku membias pula wajahnya yang kemudian mampu kukenali.

“Aku tidak peduli dengan rencanamu itu, Cayo, tapi sungguh… kamu ‘kan terbilang saudara dekatnya Rusy. Aku tidak menyangka kamu merencanakan sesuatu di belakangnya.”

“Aku tidak ingat pernah menyebutkan nama Rusy.”

“Hanya kesimpulanku.”

Cayo melepaskan cengkeramannya. “Kesimpulanmu salah, Ark.” Lelaki itu memunggungiku, hendak kembali bersatu dengan orang yang kuduga adalah Lans.

“Apapun itu, kuharap rencanamu berhasil. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi besok.”

Cayo menghentikan langkahnya, kembali menaruh perhatian padaku. Sebelah kakinya sudah melangkah, tetapi segera berhenti tatkala aku mulai berlari pergi. Sungguh, kakiku hampir beku karena menginjak tanah yang semula dipijaki oleh salju. Sesampainya di dalam pondok, aku meringkuk di sebelah Ario. Kaki menjulur ke arah perapian. Dengan tubuh telentang dan bibir yang menyunggingkan senyum, aku merengkuh kembali bunga tidur. Esok akan menjadi hari yang seru.

***

Lihat selengkapnya