Wie der herannahende Sturm

Lyle Rivulet
Chapter #25

Seperti Badai yang Akhirnya Reda

Suara itu tidak seperti angin biasa. Suaranya tertata seperti alunan musik membosankan. Suara itu datang seperti genderang mau perang. Makin lama makin keras terdengar. Aku melepas pelukanku dari Ark. Ya, dia memang butuh dipeluk apalagi setelah semua cerita itu. Namun, dia tidak membalas pelukanku. Tak mengapa. Mungkin, bukan itu yang dia butuhkan saat ini. Mungkin, apa yang dia cari sudah ditemukan.

Aku mendongak ke atas, menatap ke luar jendela, menuju cakrawala yang masih memutih. Baling-baling helikopter membelah udara, menyibak butiran-butiran salju yang entah ke mana mereka terbang kini. Capung besi itu mendarat satu kilometer jauhnya dari Knorrhütte di atas permukaan yang rata. Segerombolan orang keluar membawa tandu dan peralatan medis. Kulihat Marius, Cayo, dan Lans keluar dari perut capung besi itu. Para tim penyelamat sudah lebih dulu mengetuk pintu sebelum Marius sempat memalingkan mukanya ke arah pondok. Sungguh, kinerja tim penyelamat itu sungguh luar biasa.

“Mereka sudah datang,” kataku pada Ark. Pemuda itu tidak bereaksi.

“Hallo, ist jemand da*?” Salah seorang dari mereka bertanya. Aku menjawabnya sambil menuruni anak tangga.

“Pak, kami menemukan mayat. Waktu kematian kira-kira satu jam yang lalu.”

Itu jelas bukan mayat Ario yang mereka temukan. “Dia terkena serangan jantung,” sahutku cepat. Namun, mereka memandangku penuh kecurigaan.

“Hasil autopsi akan menjawab lebih akurat.”

“Dia keluarga kami. Belum lama ini didiagnosis penyakit jantung.”

“Apa pertolongan pertama sudah dilakukan?”

Mendadak ada sebulir keringat meluncur di sepanjang punggungku. Padahal udara masih menggigit dengan dinginnya. “Aku tidak terlalu yakin.”

Lihat selengkapnya