Wishful Home

Hasnana
Chapter #2

Chapter 1

Untuk Emily Kavita,


Kalau surat ini sampai ke tanganmu, berarti Kakek sudah tidak ada.


Mungkin kamu bingung kenapa tiba-tiba menerima surat dan warisan dari orang yang bahkan tidak kamu kenal. Itu wajar. Kalau Kakek ada di posisimu, Kakek juga pasti bingung. Kakek hanya ingin menitipkan rumah dan kos-kosan ini kepadamu. Semua surat-suratnya sudah diurus dan sekarang semuanya menjadi milikmu. Kakek punya satu permintaan. Tolong kelola kos itu sendiri. Jangan langsung dijual.


Maaf, Kakek tidak bisa menjelaskan banyak hal lewat surat ini. Yang bisa Kakek bilang, ada banyak hal yang Kakek sesali dalam hidup. Warisan ini bukan untuk menghapus penyesalan itu karena Kakek tahu tidak semua kesalahan bisa diperbaiki. Anggap saja ini titipan dari seorang kakek yang berharap cucunya bisa hidup lebih baik daripada dirinya. Jaga kesehatanmu. Jangan terlalu sering begadang. Makan yang teratur. Selamat menjalani hidupmu, Emily. Dan tolong sampaikan maaf Kakek pada ibumu juga.


Salam,

Kakek Wira Dharmawangsa


Sudah lebih dari lima kali Mily membaca ulang surat itu, tapi dia masih belum menemukan petunjuk apapun mengenai sosok Wira yang menyebut dirinya sebagai kakek. Cewek itu mengacak rambut saking frustrasinya. Seingat Mily kakeknya hanya satu, kakek dari ibunya. Namanya Kakek Sardjo. Beliau sudah berpulang sejak Mily masih berusia sepuluh tahun. Kakek Sardjo tidak hidup di kota yang menjadi tepatnya menuntut ilmu sekarang, tidak punya kos-kosan, dan tidak mungkin memberi Mily banyak warisan mengingat kehidupannya yang penuh dengan kesederhanaan.

Kalau begitu, mungkin kakek dari ayah? 

Sayangnya, Mily tidak mengenal sosok ayah. 

“Apa yang harus gue lakukan?”

Mily sudah menceritakan hal ini kepada ibunya melalui chat, tapi chat-nya belum terbalas karena bahkan belum dibaca. Mungkin Ibu sedang bekerja. Karena itulah, Mily masih belum menemukan jawaban atas seribu satu pertanyaan yang bercokol di kepala sejak pertemuannya dengan Rania.

Omong-omong soal Rania, Mily sudah menghubungi orang kepercayaan kakek Wira itu lagi untuk menanyakan banyak hal. Salah duanya adalah mengenai lokasi rumah dan kos-kosan, serta apa saja yang harus dia lakukan setelah menerima warisan.

Lihat selengkapnya