Wishful Home

Hasnana
Chapter #9

Chapter 8

Penyusunan jadwal piket masak dan piket kebersihan selesai setelah pencocokan jadwal harian penghuni kos. Melalui pencocokan jadwal itu, Mily jadi tau bahwa keenam cowok itu tidak hanya sibuk kuliah. Ada Saka yang jadi barista di sebuah kafe, Rakhai yang berada di bengkel setiap sore, Yudhit yang sering rapat UKM sampai pagi, Jevin yang ternyata adalah ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Rian yang hobi les sana-sini, dan Satya yang sibuk latihan untuk persiapan pertandingan sepak bola UKM. 

Mily sempat kesulitan mencari jadwal anak-anak kos yang kosong untuk piket. Sampai akhirnya diputuskan Senin adalah jadwal piket Rakhai dan Satya, Selasa Saka dan Rian, Rabu Yudhit dan Jevin, Kamis Saka dan Satya, Jumat Rakhai dan Yudhit, Sabtu Jevin dan Rian, dan Minggu adalah jadwalnya anak-anak kos beristirahat alias piket akan dikerjakan oleh Mily sendiri.

Jadwal piket dimulai Senin ini. Mily sedikit bisa bernapas lega karena tidak harus bangun terlalu pagi dan mengantre bubur ayam untuk penghuni kos. Mily cukup optimis strategi pengelolaan kos yang sekarang akan berjalan efektif, seandainya … dia tidak membuka grup WhatsApp Mily and Friends.


Mily and Friends


Jevin

Mil, buruan ke kos!

Dapurnya hampir hangus!


“Ck, baru aja mau napas!”

Mily bergegas mengambil hoodie dan kacamata, kemudian segera pergi ke Kos Dharmawangsa sebelum dapur benar-benar dihanguskan oleh Rakhai dan Satya.

^^^

Rakhai dan Satya duduk bersebelahan di sisi kanan meja makan. Di sisi kiri ada Yudhit, Saka, dan Rian. Kelimanya duduk diam, sementara dapur berada dalam kendali Jevin dan Mily. 

Potongan nugget berwarna hitam tersaji di atas meja. Jelas tidak ada yang mau memakannya, bahkan Satya yang menggoreng nugget itu pun tampak enggan meliriknya. 

Mily bergabung di meja makan. Di tangannya ada piring berisi nugget yang lebih menarik daripada nugget gosong milik Satya. Mily menaruh piring itu di tengah meja, disusul sepiring salad sayur yang dibuat Jevin. Pagi itu tidak ada nasi untuk sarapan. Pertama, karena Rakhai tidak bisa langsung makan nasi pagi-pagi. Kedua, karena Satya telat bangun sehingga tidak sempat memasak nasi.

“Sarapan seadanya banget nih kita.” Rian bersiul sambil melirik Satya yang hari ini piket masak. Niatnya untuk menggoda, tapi Satya malah pasang wajah tertekuk.

“Daripada nggak ada makanan sama sekali, Yan,” kata Saka yang pagi ini tampak berkurang isengnya. “Cepet deh kalian makan, terutama yang harus kelas pagi,” tambahnya sambil menunjuk Yudhit yang sudah rapi.

Mily memperhatikan interaksi itu dalam diam. Dia baru bersuara ketika melihat Satya hendak mengambil nugget yang gosong.

“Yang gosong nggak usah dimakan, Satya.”

Lihat selengkapnya