Wishful Home

Hasnana
Chapter #12

Chapter 11

Tumbangnya Rakhai hari itu membuka kesadaran Mily mengenai pentingnya persediaan P3K di Kos Dharmawangsa. Minimal isi obat merah dan paracetamol, deh. Paling tidak ada pertolongan pertama jika ada yang sakit seperti Rakhai kemarin. Ah, tapi Mily berharap tidak akan ada yang sakit lagi. Pengalaman mengurus Rakhai yang sakit selama tiga hari kemarin membuatnya mempercayai konten orang di TikTok yang menyebutkan bahwa cowok seketika menjadi superdramatis ketika terserang demam. 

Selama tiga hari kemarin, Mily bersama penghuni Kos Dharmawangsa bergantian mengurus Rakhai. Mily kembali menyiapkan sarapan dibantu anak-anak kos yang piket, ikut mengingatkan Rakhai jadwal minum obat, juga ikut kena dramatisnya Rakhai saat suhu tubuhnya kembali naik.

“Mil, gue minta maaf ya kalau selama jadi anak kos lo, gue banyak melakukan kesalahan. Gue beneran takut waktu gue nggak lama lagi.

“Sak, Yud, Jev, Sat, Yan … gue juga minta maaf sebesar-besarnya. Gue harap kalian bisa mengenang gue sebagai teman baik kalian selama di kos. Kayaknya gue emang udah nggak lama lagi.”

Hadeh … kayak yang kena penyakit kronis aja. Padahal Rakhai cuma demam dan kelelahan. Respons penghuni kos tidak kalah dramatis, apalagi Satya dan Rian yang langsung memasang ekspresi sedih dan takut kehilangan. Mily cuma bisa geleng-geleng kepala. 

Aneh rasanya. Beberapa minggu lalu dia bahkan tidak mengenal mereka. Sekarang, melihat Rakhai demam saja bisa membuat seluruh penghuni kos panik setengah mati. Dan tanpa sadar, Mily termasuk salah satunya. 

Hari ini adalah hari keempat setelah tumbangnya Rakhai. Cowok itu sudah lebih bugar dari sebelumnya. Obat yang diberikan oleh dokter juga sudah habis. Namun, Rakhai masih absen kuliah. Katanya, “Sekalian ngabisin jatah bolos gue. Empat hari doang ini, masih aman, lah.” 

Mily masih maklum. Saat masih semester muda, Mily juga pernah menghabiskan jatah bolos karena sakit cacar. Yang membuat Mily heran adalah rencana Rakhai untuk hangout bersama penghuni kos di saat cowok itu izin kuliah karena sakit!

“Yang bener aja lah, Khai. Lo izin sakit, tapi ngajak keluar.” Saka berkomentar setelah Rakhai mengatakan rencananya untuk keluar.

Cengiran lebar terbit di wajah Rakhai yang tidak lagi pucat. “Bosen, Sak, di kamar mulu tiga hari. Jiwa petualang gue terkurung,” katanya.

“Makanya jangan lemah. Kecapekan sedikit aja demam. Segala merasa dunia mau berakhir lagi!”

“Ye … ngejekin.” Bibir Rakhai mencebik. “Tapi lo mau, kagak? Ke karaoke keluarga, deh, sama makan aja di warung si Teteh,” tawarnya lagi, menyebutkan warung makan langganannya.

Saka melenggang menuju kursi ruang tamu. “Gue, sih, ayok. Lagi libur kerja sama libur bimbingan juga gue.”

“Yes!” Tepat ketika Rakhai bersorak, Mily tiba membawa laundry-an milik Rakhai yang kemarin dititipkan. “Lo ikut ya, Mil!” ajak Rakhai dengan semangat empat lima.

“Gue?” Mily menunjuk dirinya yang baru sampai. “Gue masih banyak tugas,” katanya. “Lagian lo baru sembuh, Bang.”

“Butuh refreshing, Mil. Lagian besok masih ada hari buat nugas. Sore ini ikut gue sama anak-anak kos main aja. Ya? Gue jajanin di warung si Teteh.”

Lihat selengkapnya