Wo Ai Ni "Novel"

Herman Siem
Chapter #6

Sikap Keras Di Lawan Keras

Keluar masuk Jaja dari kamar mandi, masih menahan sakit perutnya karena kebanyakan makan semur jengkol dan pepes peda campur pete. "Duh perut gua," rasa makin melilit dua tangan Jaja pegangin pertunya, rada pucat wajahnya karena hampir 10 kali Jaja buang air besar mencret, bolak balik keluar masuk kamar mandi.

"Sini Bang saya borehin minyak kayu putih. Lagian Bang, tuh semur jengkol di makan! Kan' saya udah bilang. Abang tuh jangan kebanyakan makan jengkol. Nah gini jadinya! Lagian Siti bikinin buat Tedy, kenapa Abang yang makan!" mulut Mumun terus ngoceh sambil borehin minyak kayu putih diperut Jaja.

Seketika meletup bom dari balik dalam sarung antara cepirit dan kentut. "Brottt ... Tutttt ..." suara kentut mesem-mesem Jaja pastinya cepirit dalam kolornya.

"Ihhh bau bangat Bang! Bau jengkol! Sana ahh!" kesel Mumun dorong Jaja tersungkur nyungsep terjatuh nonggeng di kursi beralas busa empuk.

"Brottt ... Tuttt ..." kesal Mumun beranjak bangun lagi-lagi Jaja ngeluarin angin aroma tidak sedap.

"Busyeet benaran, Mun. Gua cepirit lagi," sambil tangan kanan Jaja di ciumin pada hidungnya, saat setelah tangannya kanannya menyentuh belakang celana kolornya.

"Udah sana cepat ganti!" hampir jatuh nyungsep Jaja kelantai saat didorong Mumun makin sewot.

"Set deh, Mun! Hampir nyungsep gua!" Jaja cepat berjalan, jalannya kayak habis bocah baru di sunat, karena makin banyak cepirit di celana kolornya.

"Gua harus pergi susul Aling," diam-diam Mumun nguping di depan pintu sedikit terbuka.

"Tedy mau susul Aling ke China? Ngak. Ngak boleh loe susul Aling, ke China," guman Mumun tahan marahnya. Tedy lagi baringan diatas dipan, ngak sengaja lirik depan pintu.

"Emak mau ngepo?" cepat turun dari dipan Tedy tuding Mumun. Pintu cepat di tutup dua tangan Tedy, malahan dua tangan Mumun tahan agar pintu tidak bisa di tutup. "Lebih baik Emak jadi kepo, karena masih peduli sayang sama, loe! Emak ngak mau loe susul Aling, ke China!" makin beradu kuat dua tangan Tedy dan Mumun saling tahan pintu.

"Pokoknya Tedy tetap akan susul Aling, ke China!" makin kuat Tedy dorong pintu dengan dua tangannya.

Lihat selengkapnya