Di bangun pada masa pemerintahan Dinasti Han & Ming, Great Wall memiliki lebih dari 800 dinding dan menara yang jumlahnya tidak bisa di hitung menggunakan jari dan memiliki panjang dinding sekitar 7.000 km. Saat membangun Great Wall China, membutuhkan waktu yang sangat lama sekali, bahkan sampai ratusan tahun bangunan Great Wall benar berdiri kokoh dan kuat. Sampai pada akhirnya tahun 1987, Unesco menentapkan Great Wall sebagai 1 situs dari 7 keajaiban dunia. Great Wall sepanjang 20 ribu kilometer di kelilingi perbukitan hijau, membentang luas dari pelabuhan laut Shanhaiguan di laut China, provinsi Gansu.
Berdiri Aling lalu berjalan lagi turuni undakan anak tangga, lalu kedua tangannya berpegangan tembok bercampur serpian debu. Raut wajahnya sedih perhatikan perbukitan hijau di hadapannya, lengkap mantel tebal, celana jeans hitam dengan sepatu kets putih.
"Cinta gua semakin jauh, semakin sulit buat di satu'in. Gua ngerti, sampai kapanpun cinta gua sama Tedy ngak bisa di satu'kan," sedikit tersenyum Aling kembali berjalan turuni undakan anak tangga, yang jumlahnya bakalan ngak bisa kehitung banyaknya.
Langit masih berselimut cerah, di sertai sepoian semilir angin sejuk masih membaluti tubuh Aling dan pengunjung tampak terhenti langkahnya untuk sesaat mengambil foto dan setelah itu kembali melanjutkan berjalan lagi. Hamparan bukit hijau terlihat jauh dari pandangan, tapi ada sebagian hamparan bukit gersang kesemuanya di kelilingi Great Wall, makin diam membisu jadi saksi sejarah Negeri Tirai Bambu, makin ingin mengulik setiap calon pengunjung dari negara lain, ingin datang melihat satu keajabian dunia, Tembok China.
"Hati gua ngak bisa dibohongin, jika gua tetap masih ada cinta," dua langkah kaki Aling makin cepat menuruni undakan tangga, makin cerah langit menyertai langkah jalan Aling terlihat makin jauh dari atas puncak Great Wall. Senyum manis selalu terlempar dari wajah Aling saat berpapasan warga lokal dan turis dari negara lain.
Provinsi Ningxian-Wuzhong, warganya sangat ramah-ramah sekali dengan hampir semuanya memeluk Agama Islam. Perkampungan Muslim Suku Hui, terdiri dari rumah-rumah hampir nyaris bentuknya sama. Disetiap rumah terlindung dengan tembok tinggi berwarna putih dan di setiap pintu dilengkapi gapura kokoh berdiri disisi kiri kanan, pengapit gerbang pintu masuk. Saat kita masuk kedalam rumah setelah melewati dua gapura dan gerbang, langsung disambut. Dengan selasar halaman rumah yang sangat luas sekali dalamnya, tiga undakan anak tangga dengan lantai batu alam menyambung pada ruangan tengah yang pintu sedang terbuka.