Bajaj terus berjalan kencang mengejar motor masih di kendarai Aling, hampir saja motor menabrak pedagang balon cepat minggir kepinggiran.
"Awas ..." teriakan Aling cepat langsung tangan kirinya menarik handle rem seketika motor nukik naik kebelakang. Terjatuh tukang balon warga lokal cepat menarik benang balon yang hampir terbang. Sontak dari belakang terkejut Jaja menginjak pedal rem bajaj blong, makin ketakutan panik Mumun refleks pukul kepala dan bekap mulut Jaja
"Awas ... awas ... Minggir loe ..." teriak Jaja makin kegelagapan saat mulutnya di bekap dua tangan Mumun dari belakang.
"Bang ... awas ..." teriak Mumun saat bajaj hampir juga nabrak tukang balon. Aneka warna balon lepas dari pegangan tangan tukan balon menghiasi langit makin ceria siang itu. "Qiqiu, wo de qiqiu," {balon, balon saya} hanya berdiri lemas tukang balon saat semua balon dagangannya lepas menghiasi langit berubah menjadi indah.
"Bang cepat kejar Aling ..." teriak Mumun sambil dua tangannya bekap mulut Jaja.
"Iiih lepasin tangan loe, Mun!" saking kesalnya masih dua tangan Mumun bekap mulut Jaja kesal tangan kirinya hentakan dua tangan Mumun baru nyadar.
"Ling! Aling berhenti loe! Lepasin Tedy, anak gua!" hampir bajaj mepet senggol samping kiri motor cepat tangan kanan Aling cuman senyum menarik handle gas motor berjalan cepat.
"Ling cepat loe lepasin Tedy, anak gua ... No!" mulai terpancing emosi Mumun keluarkan setengah badannya melongok keluar kepintu bajaj. Raut sedih dua mata Aling sempat melirik Mumun terus tangan kanannya akan membogem wajahnya.
"Sampai kapanpun gua ngak sudi punya mantu loe, Ling! Cepat loe balikin Tedy, anak gua! Gua udah bawa uang tebusan buat loe!" makin emosi hampir wajah Aling dibogem kepalan tangan kanan Mumun. Makin kencang handle gas motor ditarik tangan Aling, motor makin kencang berjalan.
"Bang awas ..." teriak Mumun.
"Brug!" teriak Mumun saat didepan bajaj lewat kambing, sontak Jaja kehilangan kendali bajaj oleng nabrak tong sampah. Sampah sayuran basah berhamburan terbang dan masuk kedalam bajaj dan mengenai wajah Mumun dan Jaja.