Wo Ai Ni "Novel"

Herman Siem
Chapter #31

Makin Ngak Jelas

"Muka loe makin ngak jelas tuh berdua!" tunjuk-tunjuk telunjuk jari kiri tangan Jaja makin sewot pada Rasyid dan Muksin cuman berdiri.

"Ayo cepat Mun. Gua makin emosi lama-lama disini sama Rasyid! Kenapa ngak dari awal aja dia kasih tahu kita berdua, kalau dia juga kenal sama Aling!" langkah Jaja terhenti saat Muskin langsung duduk berdeku seraya bersujud minta ampun.

"Bang," pasrah Muksin mau di gampar atau di injek serasa pasrah dirinya, tapi tetap aja muka Mumun dan Jaja masang wajah masam ngak senang.

"Loe juga udah bikin perut gua mencret! Karena cuman mau nih tas koper gua aja! Lagian kenapa juga loe ngak mau kerja yang halal! Nyopet itu pekerjaan dosa tahu!" terduduk sedih Jaja diatas tas koper seakan hatinya tersentuh melihat Muksin masih terduduk berdeku seraya akan bersujud di tahan dua tangan Mumun.

"Udeh deh loe jangan pake-pake sujud minta ampunan sama laki gua. Yang layak loe sujudin minta ampun tuh dua orang tua loe sama Allah!" raut wajah Muksin tersenyum campur sedih perhatikan wajah Mumun terpancing sedih, rambutnya masih tergerai menjuntai roll rambut, dengan pakaian daster dan masih bermantel tebal serta sepatu boot merahnya.

"Udah loe berdua gua maaf'in. Rasyid, sekarang gua mau loe anterin gua kerumah Aling," langsung tersenyum Rasyid dan Muksin cepat beranjak bangun cepat disodorin tas koper dari tangan Jaja.

"Nih, kalau loe mau tas koper ini, loe ambil deh," hanya berdiri menahan haru sedih tidak enak hati Muksin malahan meletakan tas koper didalam kamar dan cepat kembali lagi keluar.

"Abang sama Mpok benaran mau kerumah Aling?" pastiin lagi Rasyid seperti akan menjelaskan sesuatu, tapi langkah jalan cepat Jaja dan Mumun sudah turuni undakan anak tangga. Muksin dan Rasyid cuman bisa saling melirik, rasanya mereka berdua ingin memberitahukan sesuatu.

Kebetulan sekali siang itu ada acara pengajian Majelis Taklim di rumah Yungmi, para Ibu dan gadis Suku Hui mengumbar senyuman tersirat rasa bahagia siang itu baru saja keluar dan pamitan sama Yungmi. Terlihat main cantik dengan balutan busana Muslim dengan aneka warna hijab yang membaluti kepala setiap Ibu dan gadis Muslimah warga Suku Hui.

"Itu Ci Yungmi, Bang, Mpok." tunjuk Rasyid saat warga Muslimah sudah berjalan untuk pulang.

Lihat selengkapnya