Langit makin terbungkus cerah, awan putih menari-nari seraya ikut berbahagia. Dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara tawa canda diselasar halaman rumah. Rumah yang dulu jadi tempat kenangan takkan terlupakan, sempat berapa lama di ambil Aping, kini rumah tersebut sudah di ambil lagi oleh Yungmi dan Aling.
"Papa ... Papa geli ahh ... Mama ..., Papa nakal tuh," makin geli Nazar saat dikelitiki Tedy makin gemes terus memeluk dan membopong lalu di putar-putar seperti pesawat terbangm makin sumringah wajah Nazar seraya terbang benaran. Tersirat senyuman kasih sayang terurai dari wajah Tedy, terekam diraut wajah pikiran Nazar menatap dua mata Tedy, bila Tedy sebegitu sayang sekali dengan dirinya.
Dari teras beranda depan rumah hanya berdiri tersenyum Aling dan Yungmi, mereka berdua kenakan pakaian Muslimah serba putih makin membuat sinar matahari tidak berani menyinari wajah mereka yang sudah berkilau putih. Ada rasa sedih akan teringat masa lalunya Yungmi, dengan melihat apa yang dilakukaan Tedy pada Nazar, sama persis dengan apa yang di lakukan Aliong pada Aling saat kecil.