WUTHERING HEIGHTS (Rumah Badaiku)

Wahyu Puspandrio
Chapter #32

BAB XXXII - TAMAT

Bayangan kematian terus mengikuti setiap detik. Seandainya negosiasi perpanjangan nyawa dapat aku lakukan berapapun biaya yang harus dikeluarkan, akan kubayar dengan sepenuh jiwa.

Sepeninggalmu langkah kaki terasa makin pelan, punggung makin berat dan membungkuk tak ubahnya orang yang sedang membaca. Berjalan menekuri bumi, menanyakan semua apa yang telah terjadi bahwa manusia memang harus terus dan selalu dihadapkan  pada persoalan yang harus dapat mengatasinya untuk mampu berjalan tegak. Berjalan makin merunduk ini, kurasakan lama-lama harus menggunakan tongkat. Entah mengapa harus memikirkan kehidupan begitu intens padahal aku bukan seorang filsuf. Kenapa kehidupan ini harus menua dan diakhiri dengan kematian? Kenapa.

Lastri kulihat tadi menggelar dagangannya di depan peron. Gadis muda yang baru kukenal, memberanikan diri menjabat tangannya, ia cantik, setia dengan profesinya menjual kue lupis. Membacanya dari binar matanya penuh optimis tentang hari depannya.

  

Lihat selengkapnya