Yakuza van Java S3 : REUNI.ON!

A.M.E chan
Chapter #8

Campus telling (Shizuka & Yukio stories)

Setelah gambreng mengeluarkan semua jurus tokcer masing-masing, akhirnya urutan giliran cerita udah ditentukan. Shizuka sukses jadi yang pertama cerita. Yukio kedua, Rita ketiga, Mira keempat dan Rido harus cemberut kebagian kelima. Kebalikan dari Rido, Revan senyam-senyum lega kebagian terakhir. Sekarang saja sudah jam empat lebih. Mang Asep bakal datang menutup pintu atap sekolah sekitar jam enam sore kalau hari Sabtu. Itu berarti jangankan dirinya, Rita yang dapat giliran ketiga pun bakal tidak kebagian cerita. Kali ini, Revan bisa bernafas lega dan tenang mendengarkan kisah Shizuka bisa jadi mahasiswi kedokteran salah satu universitas di Tokyo.

Dua tahun lalu....

Shizuka benar-benar tidak menyangka saat menerima surat dari pihak Universitas di Tokyo kalau dirinya diterima jadi mahasiswi kedokteran! Memang sih, Shizuka bercita-cita jadi psikiater, makanya dia nekat mendaftar online dan mengikuti ujian masuk tertulis di Tokyo langsung. Soal ujian yang bagi Shizuka bagaikan soal untuk para profesor, membuatnya harus pasrah sama Tuhan jika nanti ternyata tidak diterima. And see? Harapan Shizuka ternyata bisa terkabul! Tidak perlu menunggu komando Mama-Papa lagi, Shizuka langsung terbang ke Tokyo seminggu setelah pengumuman. Dengan keinginan sekeras besi-baja, Shiratori san tadinya ingin ikut Shizuka ke Jepang, dan tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Shizuka. Ia merasa sudah saatnya harus hidup mandiri tanpa orang tua apalagi Shiratori san.

Dan sekarang! Pagi ini! Shizuka dengan seragam SMA Widya Harapan khusus hari Senin, berlari terburu-buru keluar dari apartemennya ditemani udara hangat musim semi dan kelopak bunga sakura yang menghujaninya. Bukan karena saking bahagianya bisa diterima di universitas swasta yang merupakan salah satu yang terbaik di Tokyo. Tapi karena sudah terlambat dari jam yang seharusnya untuk mengikuti upacara penerimaan mahasiswa baru! Gaswaaat!      

Hup! Akhirnya setelah berjuang naik kereta yang penuhnya seperti naik busway Jakarta di sore hari, plus berdiri di bis sampai setengah jam, Shizuka sampai juga di depan gerbang Universitas. Baru kali ini Shizuka planga-plongo, celingak-celinguk seperti orang bego. Kenapa? Karena kampusnya luaaaaaaaas banget! Bisa diadu deh sama salah satu pulau terkecil yang ada di kepulauan Seribu! Walaupun peta sudah di tangan, tetap saja Shizuka tidak tahu harus mulai melangkah kemana. Duh! Rasanya Shizuka ingin menyanyi plus berjoget dangdut lagu ‘Alamat Palsu’nya Ayu Ting Ting deh! Akhirnya karena desakan waktu yang terus berjalan dan keinginan menggebu untuk datang ke acara sakral wajib datang itu, Shizuka memutuskan untuk memakai jurus langkah sejuta sambil periksa satu persatu gedung. Saat tubuh sudah siap melancarkan jurus langkah sejutanya, dan hati sudah menyemangati dengan menghitung 1,2,3 dor! Eh, tiba-tiba ada seorang cowok di depannya yang membuat Shizuka harus menahan kuda-kuda siap larinya.

Nani wo shiterun da kimi wa?[1]

Set! Shizuka langsung mengangkat wajahnya memandang seorang cowok berjas putih yang wajahnya mengukir raut bingung. Memang sih pose Shizuka sedang butut dan aneh banget. Cowok cakep nih! Shizuka buru-buru mengubah pose bututnya jadi pose ala cewek bangsawan anggun setelah berdehem sebentar.

Sumimasen, nyuugakushiki kaijou wa doko desu ka?[2]” Saat Shizuka selesai bertanya, cowok itu melihat Shizuka dari atas ke bawah dengan senyum tipis. Ih, nyebelin banget! Bikin Shizuka yang tadi pasang wajah anggun bangsawan, jadi cemberut bagai naga siap ngamuk.

“Ah! Matte![3] Cowok tampan itu langsung menahan Shizuka yang hendak bersiap mengaktifkan jurus langkah sejutanya. Kali ini, Shizuka menatapnya dengan tatapan garang. Awas saja kalau cowok itu menahannya cuma untuk meledeknya. Siap jotos pakai jurus jitakan bom atom deh!

“Kaijou nara koko kara massugu itte, C no tatemono ga mitsukeru to migi ni magaru zo. Kaijou wa toire no tonari ni arun da.[4]

“Arigatou gozaimasu.[5]Kali ini Shizuka benar-benar tancap gas pakai jurus langkah sejutanya. Oou... sayangnya begitu Shizuka tiba di aula, acaranya sudah hampir selesai! Semua mahasiswa dan mahasiswi baru, sudah berbaris untuk menerima semacam medali dari rektor. Tidak perlu pakai bengong, tidak juga pakai garuk-garuk tembok menyesali diri karena telatnya kebangetan, Shizuka langsung nyelonong masuk dalam barisan.

 ************************************************

“Yaah, untung aja gue masih tetep dianggep mahasiswi sana haha....” Shizuka menutup kisah ‘sukses’ nya menjadi mahasiswi kedokteran. Selama ia bercerita, ekspresi wajah mereka berubah-ubah. Bikin Shizuka terkadang tersenyum kecil. Lucu banget sih! Serius amat mendengar ceritanya sampai luruuus begitu menatap dirinya!

“Shi, kok lo tumben banget telat? Lo kan paling cerewet banget soal waktu?” Kadang-kadang Yukio kalau ngomong suka jeplak seperti listrik konslet. Mira sampai menjitak jidat Yukio. Takut saja gara-gara omongan Yukio yang terkesan menyindir, Shizuka jadi konslet terus.....

“Ngng... gue saking senengnya sih, Ki. Jadi nggak bisa tidur waktu itu. Yaa jadinya gue kesiangan deh. Hehehehe....”

Fiuuuh! Mira dan yang lain kompak mengelus dada sambil mengeluarkan rasa deg-degan lewat buang napas. Sudah pasti karena untung seuntung-untungnya Shizuka tidak menanggapi pertanyaan Yukio dengan jurus jotos bom nuklir pamungkasnya, yang pernah hampir bikin ubin atap sekolah retak-retak parah!

“Ayo, Ki! Giliran lo yang cerita!” Rido menyikut lengan Yukio yang lagi duduk di sampingnya. Sepertinya, Yukio sudah menyiapkan ceritanya sejak jaman dinosaurus. Buktinya, tuh cowok langsung berdiri senyam-senyum cengengesan gitu! Mira jadi punya firasat kalau cerita Yukio bakalan mengandung unsur lebay, alay dan drama roman banget! Kebalikan dari Mira yang pasang muka cemberut, Revan pasang muka senyum tipis. Tidak sabar berharap Mang Asep cepat-cepat datang mengunci atap sekolah. Revan sangat yakin dengan perhitungannya. Cerita Yukio ini bakalan sepanjang jembatan terpanjang di dunia.

“Siap-siap ya! Tahan kekaguman dan teriakan kebanggaan kalian abis gue....”

Lihat selengkapnya