Atap sekolah, pukul 09.15
Saat Shizuka membuka pintu atap sekolah, ia terdiam sejenak melihat Mira, Yukio, dan Revan yang sedang duduk di bangku taman. Mira melambaikan tangan sambil tersenyum.
"Yo!" Sapa Mira dengan wajah seceria mungkin.
"Ngapain kalian disini?" Shizuka sama sekali tidak menggubris sapaan Mira. Matanya yang tajam menatap mereka bertiga sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. Yukio makin merasa miris saat melihat Shizuka. Wajahnya datar banget—walaupun matahari menyinari wajah cantiknya dan angin lembut menghembuskan rambut ikal indahnya.
"Kita mau nemenin lo doang kok. Lo suka kesini sendirian kan?" Sebenernya Revan agak takut juga ngomong sama Shizuka, namun jantungnya berdegup kencang terpana melihat kecantikan Shizuka dari deket begini. Yaah...walau raut wajahnya sekarang sedingin es siiih.
"Thanks, ya. Tapi gue nggak butuh ditemenin. Gue lebih suka..."
"Aaah, jangan gitu dong kita kan mau....."
DUAG! Yukio kena bogem mentah Shizuka karena merangkulnya tiba-tiba. Revan dan Mira cuma geleng-geleng kepala melihat Yukio.
"Si bodoh Yukio." Kata Mira pelan dan dalam hatinya juga meratapi kebodohannya yang sepertinya tidak bisa hilang sejak kecil itu.
"HEH! KOK GUE DITONJOK?!"
"Kenapa? Bukannya lo udah biasa ditonjok?" Shizuka berkata begitu dengan santainya tanpa melihat ke arah Yukio. Matanya terus saja menatap langit. Yukio sudah mengacungkan tangannya siap memukul balik Shizuka, tapi untungnya Mira segera mencegahnya.
"Lo bego, ya! Inget tujuan kitaaa!" Mira bisik-bisik judes ke Yukio, bikin tuh cowok menurunkan tangannya dengan raut wajah kesal.
"Kalo nggak ada urusan apa-apa lebih baik kalian..."
Revan tiba-tiba sudah ada di sebelah Shizuka yang bikin cewek itu kaget. Tapi anehnya, ia tidak bisa ngeluarin jurus bom nuklir padanya. Matanya aja tidak bisa lepas dari sosok Revan yang memang ganteng banget.
"Gue juga suka banget liat langit. Apalagi langit biru nggak ada awan kayak gini." Mata Revan terpaku menatap langit sambil mengukir senyum tipiiis banget di bibirnya. Mira dan Yukio sampai bengong melihat mereka berdua yang suasananya sudah seperti adegan drama-drama Korea. Roman banget!
Tiba-tiba, Shizuka berbalik ke arah Mira dan Yukio diikuti Revan yang melihat mereka juga. Mira dan Yukio reflek ikut senyum walau meringis.
"Nah, Shizuka. Gue bisa jamin kok, mereka juga pengen temenan sama lo. Lo mau kan buka hati lo lagi buat nerima teman?" Perkataan Revan bikin Shizuka terdiam. Matanya masih menatap mereka berdua walau kali ini dengan tatapan yang agak lunak. Ia berjalan pelan mendekati Mira dan Yukio.
"Ha...hai.." Mira jadi grogi juga ditatap lekat-lekat begitu. Yukio yang sifatnya suka tantangan, malah balik menatap tajam Shizuka. Shizuka menghirup napas dalam-dalam lalu menutup matanya sesaat.
"Revan, Mira, Yukio...gue nggak ngerti sebenarnya kalian semua tuh maunya apa?" Shizuka menatap mereka sambil menghela napas.
"Gue, Mira sama Yukio pengen temenan sama lo."
"Terus, kalo udah temenan kalian mau apa? Disayang-sayang terus dibuang?"
Perkataan Shizuka yang tegas dan lugas, bikin mereka semua terdiam. Mereka berpikir wajar Shizuka jadi berpikiran negatif tentang teman, mengingat ia sudah mengalami kejadian yang sangat tragis itu.
"Udah deh nggak usah sok baik dan sok ngertiin gue. Nggak akan ada yang ngerti perasaan gue. Udah gue bilang kan? Hati gue tuh udah mati! MATI! KALIAN SEMUA NGERTI MA....."