Blurb
Aku takut pada hujan, tapi aku lebih takut pada rumahku. Setiap hari, aku melihat bagaimana cinta bekerja di sana. Aku tahu bagaimana Bapak melukis tubuh Ibu dengan warna biru lebam itu.
Menurutku, cinta itu menakutkan. Karena itu, aku memilih untuk tidak jatuh cinta.
Namun, hidup ternyata tidak pernah sesederhana itu. Ketika seseorang datang dan berdiri di depanku, aku mulai mempertanyakan segalanya.
Apakah ia akan sama seperti Bapak,
atau hanya menunggu waktu. . . untuk menjadi seperti itu?
Apakah cinta memang selalu menyakitkan,
atau selama ini aku hanya mengenal versi buruk dari cinta?