Yang Tak Terlihat Dan Terlewat

Zsa Zsa Eki Liztyasari
Chapter #14

Mencari Orang PIntar

Hari-hari damai mencoba merayu Emilia, dia tidak terbuai. Emilia tetap waspada dia paham hal buruk bisa terjadi kapan saja tanpa peringatan. Bukan karena dia adalah sosok yang pesimistis, melainkan karena dia tumbuh dalam kondisi serba keterbatasan, dia lebih sering mendengar berita buruk di bandingkan berita baik.

Sekalinya hal buruk terjadi dia sudah paham apa yang harus dilakukannya. Begitu caranya bertahan selama ini.

Walau sekarang Sosok Hitam tidak menunjukkan pergerakan, Emilia tidak lengah. Karena dia ingin menjaga senyum dan binar mata Alan saat dia bermain bergembira bersama teman-temannya.

Oleh sebab itu, Emilia yang terbiasa menelan setiap kabar buruk yang menerpanya, berubah tidak berfungsi ketika mendengar berita baik.

“Mas Hans, sedang bercanda?” tanya Emilia hati-hati.

“Tidak.”

“Mas Hans tidak salah bicara?”

“Tidak.”

“Ayo, Mas Hans, kita cari ustad sekarang untuk merukiah, Mas.”

“Apa maksudmu, Em? Bukankah harusnya kamu senang karena aku mengikuti saranmu tapi kenapa kau malah panik dan linglung seperti ini?”

“karena ini kabar baik.”

“Berarti kamu yang seharusnya di rukiah.”

Emilia memiliki buku yang berisi hasil pengamatannya tentang Sosok Hitam. Beberapa poin penting yang dia dapatkan adalah: pertama, Sosok Hitam hanya menargetkan Alan. Kedua, meski tidak bisa di ajak komunikasi masih ada kemungkinan dia bisa mendengarkan? (Belum pasti). Ketiga, keterikatan di antara Alan dan Sosok Hitam masih belum diketahui. Keempat, penyebab kerasukan juga masih belum diketahui.

Tentu masih sangat minim informasi yang mereka miliki. Mungkin dengan menemui Orang Pintar kali ini, mereka bisa mendapatkan informasi baru. Semoga.

“Baik Em, kita harus mencari Si Orang Pintar ini. Atau mungkin kamu sudah ada gambaran siapa?”

“Ada Mas, masih saudara denganku sebenarnya. Dia tinggal di Garut. Cuma untuk pergi ke sana cukup sulit karena lokasinya di pelosok dan akses jalan yang buruk.”

“Sungguh? Bagus kalau dia masih kerbatmu, masalahnya tinggal mencari orang yang paham jalan dan pandai menyetir. Aku tahu siapa yang cocok.”

Adapun Bima yang dengan mudahnya termakan umpan Hans.

Lihat selengkapnya