Blurb
Nadira tidak pernah berencana jatuh cinta.
Ia hanya ingin jujur untuk sekali saja.
Menyatakan perasaan kepada Dodi—senior kampus yang empat tahun lebih tua darinya—adalah keputusan paling berani yang pernah ia ambil. Ia sudah siap ditolak. Yang tidak pernah ia bayangkan, Dodi justru memilih berjalan bersamanya.
Dari lorong-lorong kampus di Jatinangor, bus kuning yang nyaris membuat jantung copot, photo box, mie pinggir jalan, hingga perjalanan Bandung-Jakarta yang melelahkan, mereka tumbuh bersama selama bertahun-tahun.
Mereka saling mencintai.
Mereka saling mendukung.
Mereka saling menjaga.
Lalu... mengapa itu masih belum cukup?
Yang Tidak Kita Pilih adalah kisah tentang keberanian mencintai, mengejar mimpi, dan menerima bahwa terkadang, pertanyaan tersulit dalam sebuah hubungan bukanlah "Apakah kita masih saling mencintai?"
Melainkan...
"Apakah kita masih bisa menjadi diri sendiri saat bersama orang yang paling kita cintai?"