POV NADIRA
Sebelum Jakarta menjadi bising,
sebelum aku belajar memilih kata,
sebelum aku tahu bagaimana rasanya mencintai sambil menahan diri, aku pernah tiba di Jatinangor dengan kepala penuh rencana sederhana.
Pagi itu cerah. Udara masih bersih. Aku berjalan di samping Nia, sahabatku, di jalanan kampus yang ramai oleh wajah-wajah baru.
"Rame banget ya," kata Nia sambil menoleh ke kiri-kanan.
Aku mengangguk.
"Kayaknya semua orang keliatan semangat."
Kami melewati lapangan tengah. Di sana, tenda-tenda berdiri berderet. Spanduk organisasi kampus berkibar, suara pengeras terdengar bersahut-sahutan. Hari ini semua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus promosi untuk merekrut anggota baru khususnya mahasiswa dan mahasiswi baru seperti aku.
"UKM fotografi!"
"Paduan suara!"
"Debat!"