POV NADIRA
Pagi itu aku bangun seperti biasa. Jam weker berbunyi, aku meraba ponsel, mematikannya, lalu memejamkan mata sebentar lagi.
Tapi rasanya... beda.
Aku membuka mata dan menatap langit-langit kamar kosanku. Tidak ada yang berubah. Lemari masih di tempatnya. Tas masih tergantung di kursi. Jadwal hari ini tetap sama.
Tapi dadaku terasa lebih ringan.
Aku bangun, merapikan tempat tidur, lalu duduk di tepinya. Tanpa sadar, aku tersenyum sendiri.
"Aneh," gumamku.