Yang Tidak Kita Pilih

Dwitia Yanuanti
Chapter #17

Bab 14 : First Kiss

POV NADIRA

Besok malamnya, kami berdiri di depan kosanku. Ia mengantarku setelah kami makan nasi goreng di salah satu kaki lima yang ada di Jalan Ciseke.

Malam sudah turun sepenuhnya, udara Jatinangor dingin dan bersih setelah hujan sore.

Lampu jalan memantul di aspal basah, membuat semuanya terlihat sedikit buram—atau mungkin mataku saja yang tidak ingin cepat-cepat fokus.

Dodi berdiri di depanku, tas selempang masih menggantung di bahunya. Ia tidak langsung pergi. Seperti biasa.

"Kamu masuk dulu," katanya.

Aku mengangguk.

"Iya."

Tapi kakiku tidak bergerak.

Kami berdiri terlalu dekat untuk orang yang hanya ingin pamit. Aku bisa mencium aroma jaketnya—hangat, familiar. Dodi menatapku, ragu tapi tidak mundur.

"Nad..." katanya pelan.

"Iya?"

Ia menarik napas, lalu tersenyum kecil. Senyum yang selalu membuatku merasa aman, bukan karena janji, tapi karena kehadiran.

"Aku seneng hari ini," katanya. "Sesederhana itu."

Aku ikut tersenyum.

"Aku juga."

Kami diam. Sunyi yang tidak canggung. Hanya detik-detik yang terasa lebih lambat dari biasanya.

Dodi mengangkat tangannya, ragu sejenak, lalu menyentuh ujung jariku. Pelan. Seperti bertanya izin tanpa kata-kata.

Aku tidak menarik tanganku.

Ia mendekat sedikit. Aku bisa mendengar napasnya. Jantungku berdegup terlalu jelas di telinga sendiri.

"Nad," katanya lagi, hampir berbisik.

Aku menatap matanya.

Tidak ada tergesa.

Tidak ada tuntutan.

Hanya satu langkah kecil yang akhirnya kami ambil bersama.

Lihat selengkapnya