Yang Tidak Kita Pilih

Dwitia Yanuanti
Chapter #18

Bab 15 : Bubur Kacang Ijo

POV NADIRA

Aku sudah duduk di ruang tamu kosan Dodi ketika pintu kamarnya terbuka. Ia muncul dengan wajah pucat, hidung merah, batuk kecil yang ditahan setengah hati.

"Dod," aku langsung berdiri. "Kamu kenapa?"

"Batuk pilek aja," katanya cepat, seolah tidak ingin dibesar-besarkan.

"Kamu udah makan?"

"Mau dibeliin sesuatu gak?"

"Ada demam?"

Aku mendekat tanpa menunggu jawaban, menempelkan punggung tanganku ke keningnya.

Dodi menggeleng.

"Enggak. Anget kok."

Ia batuk lagi, lalu menghela napas.

"Hm... Nad," katanya pelan, "temenin aku makan bubur kacang ijo yuk."

"Pengen yang anget-anget."

Aku mengangguk.

"Yuk."

Aku menggenggam tangannya, dan kami keluar kosan.

*******************************************

Di Bilik Bubur

Kami duduk di bangku kayu kecil. Uap bubur mengepul. Dodi makan pelan, sendoknya bergerak hati-hati. Aku hanya memesan teh hangat.

"Kamu gak makan?" tanyanya sambil menoleh.

Aku menggeleng.

"Enggak."

Saat ia menunduk lagi, aku mengelus punggungnya pelan, gerakan refleks, seperti kebiasaan lama.

Lihat selengkapnya