POV NADIRA
Telepon Malam Pertama LDR
Jam dinding di kamar kos berdetak lebih keras dari biasanya. Atau mungkin aku yang terlalu diam.
Aku duduk di tepi ranjang, ponsel di tangan, layar sudah lama menyala tapi belum kutekan apa pun.
Hujan turun tipis di luar—bukan hujan deras, hanya cukup untuk membuat malam terasa lebih panjang.
Ponselku bergetar.
Dodi.
Aku menarik napas sebelum mengangkatnya.
"Halo," kataku.
"Halo," jawabnya. Suaranya terdengar... berbeda. Bukan karena nada, tapi karena jarak.
"Kamu udah nyampe?" tanyaku.
"Udah. Dari sore," katanya. "Baru kelar beres-beres sedikit."
"Oh."
Aku memutar ujung selimut dengan jariku. Tidak tahu harus berkata apa selanjutnya. Biasanya, kami tidak pernah kehabisan hal kecil untuk dibicarakan.
Malam ini, hal-hal kecil itu seperti sedang mencari tempat baru.
"Kos kamu gimana?" tanyanya.
"Masih sama," jawabku. "Sepi."
"Iya," katanya pelan. "Aku kebayang."
Kami diam sebentar. Aku bisa mendengar suara kipas di ujung sana. Ia juga bisa mendengar hujan di kamarku.
"Kamu capek?" tanyaku.
"Lumayan," katanya jujur. "Tapi lebih ke... aneh."
Aku tersenyum kecil.
"Iya."
"Baru kali ini ya," lanjutnya, "kita ngobrol tapi nggak di kota yang sama."
Aku menelan ludah.