Yang Tidak Kita Pilih

Dwitia Yanuanti
Chapter #25

Bab 21 : Atmosphere

POV NADIRA

Lampu-lampu kafe menyala lembut di antara pepohonan. Udara Bandung malam itu dingin tapi bersih, suara percakapan bercampur musik pelan.

Malam itu Dodi mengajakku bertemu di Kafe Atmosphere, Bandung—sebuah kafe yang cukup terkenal dengan nuansa romantis dan...mahal.

Aku melangkah masuk sambil menoleh ke sekeliling.

"Dod... kenapa kita ke sini?" tanyaku jujur. "Kirain kita rayain ulang tahun kamu di kafe yang biasa aja."

Dodi tersenyum, menarik kursi untukku.

"Gak papa dong. Sekali-kali ngajak pacaran ke tempat kayak gini."

Aku tertawa kecil.

"Jangan keseringan juga, Dod. Nanti aku bisa kecanduan."

Ia ikut tertawa, lalu duduk di depanku.

Aku merogoh tas dan mengeluarkan sebuah bungkusan kecil.

"Nih," kataku sambil mendorongnya ke arah Dodi. "Happy birthday."

"Thank you," katanya. "Aku buka ya?"

Aku mengangguk.

Ia membuka kertas kado itu perlahan. Sebuah kemeja formal lengan pendek, rapi dan sederhana—untuk kerja.

"Kok kamu tau ukuran baju aku?" tanyanya, heran.

Aku mengangkat bahu.

"Ya nebak-nebak aja."

Dodi tersenyum, lalu meletakkan kado itu di kursi sebelahnya dengan hati-hati.

"Gimana kerjaan di kantor?" tanyaku.

Dodi menghela napas pendek, setengah mengeluh tapi sambil senyum.

"Haduh... aku jauh-jauh ke Bandung mau pacaran, bukan ngurusin kerjaan."

Aku terkekeh.

"Ya udah. Kita ganti topik. Gimana konstelasi politik di Jakarta saat ini?"

Dodi menepuk jidatnya sendiri.

"Haduh, Nad. Kenapa makin berat topiknya?"

Aku tertawa lebih lepas.

"Terus kita ngomongin apa dong?" tanyaku.

Dodi menatapku sejenak, lalu berkata ringan,

"Yah... ngomongin kita aja."

Aku tersenyum, menunduk sebentar. Dadaku hangat.

Tak lama, pesanan datang. Kami makan sambil ngobrol hal-hal kecil—tentang hari ini, tentang rencana besok, tentang apa saja yang tidak perlu dipikirkan terlalu dalam.

*************

Lihat selengkapnya