Yang Tidak Kita Pilih

Dwitia Yanuanti
Chapter #33

Bab 28 : Roti Bakar di Dago

POV NADIRA

Malam di Dago selalu punya caranya sendiri untuk membuat orang ingin duduk lebih lama. Udara dingin, lampu-lampu jalan kekuningan, suara motor lewat pelan.

Dodi datang ke Bandung sesuai janjinya. Kami duduk di kafe kaki lima dengan meja kecil, kursi plastik, menu ditulis di papan sederhana.

Roti bakar kami belum datang. Dodi menyeruput teh hangatnya.

"Kamu kalau bikin novel," katanya santai, "inspirasinya dari mana aja sih?"

Aku berpikir sebentar.

"Macem-macem," jawabku. "Bisa dari film. Dari lingkungan."

Aku tersenyum kecil. "Dari pengalaman juga."

"Pengalaman kayak apa?" tanyanya.

Aku menoleh, nada suaraku tetap ringan.

"Kayak first love, first boyfriend, first kiss—"

"Tunggu, tunggu," Dodi langsung memotong. Ia menegakkan badan.

"First love, first boyfriend, first kiss itu beda orang semua?"

Aku mengangguk santai.

"Iya."

Dodi berdecak, sok kaget.

"Kamu pendiem, tapi track record-nya panjang juga ya."

Aku menyubit lengannya pelan.

Lihat selengkapnya