Yang Tidak Kita Pilih

Dwitia Yanuanti
Chapter #41

Bab 35 : Karaoke

POV NADIRA

Sore itu, setelah meeting dengan tim kerjaku, aku janjian sama Dodi di kantornya. Awalnya Dodi mau langsung ngajak aku pulang. Tapi di depan lift kantor, beberapa rekan kerjanya menghampiri.

"Dod, karaoke bentar lah. Rejeki baru, klien lagi santai," kata salah satu dari mereka.

Dodi menoleh ke aku.

"Gimana, Nad?"

"Nggak lama kok," tambahnya. "Ikut aja. Habis itu kita pulang."

Aku mengangguk.

"Iya, gapapa."

************

Kami masuk ke ruang karaoke yang lampunya temaram, sofa empuk, suara musik sudah menggema.

Suasananya ramai tapi masih terkendali.

Dodi duduk di sampingku. Tangannya sempat menyentuh punggung tanganku—sekadar memastikan aku baik-baik saja—lalu ia berdiri saat gilirannya menyanyi.

Aku memperhatikannya dari sofa. Dodi menyanyi tanpa berlebihan. Suaranya biasa saja, tapi sikapnya tenang. Tidak mencari perhatian. Tetap Dodi yang kukenal.

Seseorang duduk di dekatku, menyodorkan gelas.

"Minum dikit, Mbak," katanya. "Santai."

Aku tidak terlalu memperhatikan. Kupikir minuman biasa. Aku menyesap sedikit. Rasanya pahit. Panas. Dan beberapa detik kemudian, perutku langsung tidak enak.

Aku menutup mulut, menelan susah payah. Dodi langsung menoleh.

Lihat selengkapnya