Blurb
Orang-orang bilang rezeki nggak bakal ketuker.
Kalau sial, kayaknya iya.
Nama gue Yoga. Umur masih produktif, tekanan darah mulai naik, dan baru seminggu dilantik jadi sekretaris desa. Gue pikir bakal ngurus surat pengantar, stempel, sama rapat yang isinya bapak-bapak rebutan konsumsi.
Ternyata gue salah.
Desa tempat gue ditugasin lokasinya jauh banget. Google Maps nyerah, kurir paket ogah masuk, sinyal muncul seminggu sekali kayak tanggal muda, dan warga sekitar nyebut tempat ini dengan penuh kebanggaan sebagai... desa tempat jin buang anak.
Pagi-pagi gue diminta nyatet laporan kehilangan kolor. Siangnya misahin dua keluarga yang ribut gara-gara kambing mereka saling jatuh cinta. Malamnya diajak ronda, bukan buat jaga maling, tapi buat negosiasi sama genderuwo yang katanya lagi bad mood.
sialan memang !!
Belum selesai satu masalah, datang lagi masalah lain. Kepala desa lebih percaya mimpi daripada data. Ketua RT bisa bikin rapat tiga jam cuma buat nentuin posisi pot bunga. Emak-emak di sini punya kemampuan menyebarkan gosip lebih cepat daripada pengeras suara masjid.
Gue udah berkali-kali pengen kabur.jalan keluar desa ini selalu berhasil bikin gue muter balik. Aaaarrrrrgghhhhh...... balikin gue ke kota pliiisss..
Entah karena gue selalu apes terus hidup disini.