You're My Home

Jenitha
Chapter #1

Prolog

Semester ganjil akhirnya dimulai lagi. Pelajaran baru dan cerita baru juga telah dimulai. Kampus pun mengadakan bazar yang diisi oleh kebanyakan aktivitas organisasi yang sedang mencari anggota baru dan tentunya dana pemasukan organisasi mereka. Hari ini cuacanya cukup panas meski masih terhitung pagi. Meski begitu, teriakan-teriakan promosi dari beberapa kakak tingkat terdengar sangat bersemangat.

Tak!

Terdengar suara ketukan keras di atas meja yang berhasil membangunkan salah satu penjaga stan nomor enam belas dari tidurnya. Orang yang terbangun itu menyipitkan mata. "Apaan?" tanyanya santai lalu menguap dengan suara keras.

"Lo kata ini kasur lo?! Yang lain pada teriak-teriak pake toa, lo malah enak-enakan molor di mari?" ujar Aren nyaring.

Lelaki itu mengusap kedua matanya pelan. Lalu, kembali membenamkan kepalanya di atas lengan yang ia letakkan di meja.

"Muhran, bangun nggak lo?! Nih, pegang nih toa. Lo berdiri di sana...," Aren menunjuk satu sudut di dekat stan mereka. Sementara Muhran mendongak, matanya mengikuti jari telunjuk Aren. "...terus promosiin klub kita," katanya, sambil menepuk pelan punggung Muhran menggunakan lembar formulir pendaftaran.

Lelaki bernama Muhran itu pun mengambil posisi berdirinya sambil menunjukkan wajah masam. "Nama doang Aren, aslinya mah nggak ada manis-manisnya. Cocoknya juga Duren, tajam dan menyengat," gumam Muhran pelan.

Sang ketua klub yang mendengar sontak membelalakkan matanya lagi. "Muhran...."

Muhran bergidik ngeri. "Iya-iya...," ujarnya menyerah.

Stan nomor enam belas milik klub lukis kembali menggema, semua orang kembali sibuk dengan tugas masing-masing. Semakin bertambah jam, semakin banyak pula yang berlalu lalang. Meski begitu, tak banyak yang mampir ke stan klub lukis. Klub ini masih terhitung baru sekitar satu tahun lebih berdiri dan memiliki sedikit peminat.

Ketika Muhran hendak berteriak lagi, seseorang dengan langkah kaki yang semakin dekat menginterupsi atensinya. "Bukankah ini my..., aduh!" Muhran mengelus pundaknya yang sakit.

Lihat selengkapnya