"Istirahat dulu yok!" teriak sang Bassis yang langsung disetujui teman satu band-nya. "Dev, Senan mana sih? Perasaan kelas udah kelar dari tadi."
Sementara itu, Devon yang ditanyai oleh Noval hanya mengedikkan bahu sebelum akhirnya menjawab, "Mana gue tahu," ucapnya acuh tak acuh.
Dari sisi lain, si Drummer menggelengkan kepalanya dengan ekspresi menilai ke arah Devon, "Percuma juga terus-terusan lo ngelapin itu Fretboard, nanti juga ternodai lagi sama jari lo."
Devon langsung memandangi Arga tak suka. "Urusin aja drum lo noh, kasian buluk banget gue lihat," balas Devon yang diakhiri decihan.
Sebelum Arga sempat membalas perkataan Devon, suara pintu yang dibuka kasar lebih dulu menyuruh bibir Arga yang sempat terbuka untuk tertutup.
"Dari mana aja lo Sen?" Noval langsung menyambut kehadiran Senan dengan pertanyaan.
Raut wajah Senan nampak tidak senang. "Dari tadi nyariin jaket, tapi nggak ketemu." Senan mengambil posisi duduk lalu meraih sebotol air mineral dari atas meja tanpa permisi. "Lo semua ada yang lihat nggak?" tanyanya setelah menenggak minuman hingga tandas tak bersisa.
Galan yang tadinya sibuk membaca notasi lirik lagu sontak mendongak. Terbitlah senyuman yang nampak mencurigakan. Semua langsung saling melempar pandang. Senan sendiri sudah mengubah raut wajahnya jadi serius. Raut di dahi mereka berubah, seolah menyiratkan kata 'apa?'
"Ehehe...," Galan terkekeh konyol. "Gue lupa bilang, tadi gue pinjamin ke orang," ucapnya jujur.
Buk!
Mendaratlah sebuah botol kosong ke tubuh Galan. "Kenapa lo nggak bilang dari tadi, belalang!"
Galan mendengus. Dari sekian banyak orang, cuma Senan yang hobi memelesetkan namanya menjadi nama serangga sawah seperti itu. "Sorry, lupa," Galan mengangkat dua jarinya sambil tersenyum. "Waktu tadi balik ke kelas, lo sama Yogi udah cabut, tinggal jaket lo doang di situ. Nah, pas di luar, tiba-tiba ada cewek jatuh terus apesnya malah menimpa gitar gue sampai patah. Dia kayaknya lagi dalam kondisi darurat banget, makanya spontan gue pinjamin aja jaket lo."
"Darurat?" tanya Arga dan Devon bersamaan lalu saling bertukar pandang.
Noval pun semakin penasaran. "Gimana ceritanya dia bisa niban gitar lo?"
Di sisi lain, alis Senan juga hampir tertaut sama herannya dengan anggota lain. "Terus hubungannya sama jaket apaan?"