You Wish to The Moon

Adinda Amalia
Chapter #3

Prolog

Berlan Manor, Kota Berlan, Kerajaan Berlan, Berlandia Raya, 2025.

Aroma surat itu seperti masa lalu yang dibingkai oleh untaian bunga gardenia—simbol kesetiaan. Ujung-ujung kertas sudah agak berwarna coklat. Tinda-tinda tulisan masih jelas, tegas, tetapi merembes ke sisi-sisi huruf.

Amplopnya masih ada, menutup rapat ketika Carlotta memasukkan kembali surat ke dalamnya. Gadis itu beranjak dari tempat duduk. Berjalan menuju sisi lain ruangan untuk menyimpan amplop ke laci di bawah meja kayu dengan vernis mengkilap dan ukiran meliuk-liuk.

Bunyi lirih khas laci ditutup kembali, memecah tipis-tipis ketenangan kamar Carlotta. Ranjang di sudut ruang, rapi dengan kanopi putih. Di seberang, ada kursi lebar empuk dengan sandaran dan kaki-kaki dari kayu tebal. Tempat biasanya Carlotta bersantai. Di langit-langit, lampu gantung tergantung elegan, hiasan keemasannya berbentuk bunga menjulur beberapa sentimeter.

Carlotta melangkah menuju tepian jendela besar di kamarnya. Setengah terbuka. Gordennya bertengger di sisi kanan dan kiri, cahaya matahari hangat menyelimuti dari langit pagi yang merangkul bumi bersama awan-awan lembut.

Dari lantai empat bangunan megah berwarna perak, gedung di seberang—dipisahkan oleh taman luas dan jalan besar—terlihat cukup jelas bahwa sedang ramai. Satu dua limosin dan beberapa mobil saluran berita terparkir di depan. Berlan Grand Hall, Gedung Aula Utama Kerajaan Berlan, hari ini dipenuhi oleh reporter, bangsawan terhormat, dan yang paling penting, Raja dan Ratu.

His Majesty King Hans XII Vincent Berlandrean, Sovereign of the Kingdom of Berlan.1

Lihat selengkapnya