Yugure no Kisu (ciuman senja)

Oleh: lilla safira alhasanah

Blurb

Hana mengalihkan pandangannya ke arah Gedung Menara Kaca di seberang jalan. Itu adalah markas besar firma arsitektur ternama, tempat yang menjadi mimpi buruk sekaligus cita-cita setiap mahasiswa di jurusannya. Di lantai dua belas, ada sebuah jendela besar dengan bingkai perak yang selalu menarik perhatiannya.

Di balik jendela itu, selalu ada siluet seorang pria.

Pria itu jarang bergerak. Ia biasanya berdiri atau duduk di depan meja gambar yang diterangi lampu arsitek berwarna putih dingin. Di saat semua orang sudah mematikan komputer dan bersiap pulang, pria itu tetap di sana, menjadi satu-satunya titik kehidupan di gedung yang mulai menggelap.

Hana sering bertanya-tanya, siapa pria itu? Apakah dia seorang jenius yang tenggelam dalam karyanya, atau hanya jiwa kesepian lainnya yang tidak memiliki alasan untuk pulang?

Tiba-tiba, jantung Hana berdegup sedikit lebih kencang saat melihat siluet itu bergerak. Pria itu mendekat ke arah jendela, seolah-olah sedang memandang ke bawah, ke arah taman. Secara refleks, Hana menundukkan kepalanya dalam-dalam ke buku sketsanya, berpura-pura sangat sibuk menggambar meski tangannya sedikit gemetar.

Jangan menoleh, Hana. Dia tidak mungkin melihatmu dari jarak sejauh itu, batinnya menenangkan diri sendiri.

Lihat selengkapnya