ZOMBLO APOCALYPSE

Agung Satriawan
Chapter #10

Riki-Ratri: Pasangan Baru Jadian

Berbeda dengan Ratna dan Alex. Baik Riki maupun Ratri tidak menjadikanku ‘tempat curhat’ pra-jadian. Justru aku hampir menjadikan Ratri sebagai bahan curhatku kepada Riki. Sayangnya aku kalah cepat. Posisi yang aku khayalkan justru terbalik. Riki menjadikanku tempat curhat pasca-jadian. Betapa ambyarnya perasaanku ketika itu. Cewek yang baru mau aku konsultasikan sebagai incaran, keburu disikat oleh konsultan. Padahal, rasa-rasanya, aku tidak terlalu lambat. Aku hanya menunggu waktu yang tepat. Eh, ternyata, tidak ada waktu yang tepat bagi orang yang lambat.

 “Gue diterima Ratri, Wen!” seru Riki sambil megang stik PS5 di rental dekat kosan.

  “Ratri mana?” tanyaku tak terpikir Ratri yang itu sama sekali.

 “Ratri kelompok kita.”

 JLEGERRRR!

 Suara petir di luar seolah menjadi sound effect kagetku kala itu. Suara petir yang membuat abang rental membatalkan semua permaianan. “Sori, nih, bubar dulu, ya! Takut tivinya kesamber!" Penghentian sepihak yang membuat empat bocah banting stik dan minta menit bermainnya yang tinggal lima menit diulang dari awal esok hari.

Curhatan Riki berlanjut di samping gerobak sekoteng yang lagi neduh di gapura gang depan rental. Ia bercerita bagaimana Ratri akhirnya menerima tembakannya. 

“Gue tembak di SMS, soalnya WA udah nggak bisa,” katanya. “Eh, diterima.”

Aku tak langsung tanggap. Malah memikirkan bagaimana hal itu bisa terjadi? Ini merusak rencanaku yang sudah cukup matang. Waktu aku kabari Riki nama-nama anggota kelompok, dia tidak menunjukan gelagat antusias karena ada nama Ratri.

“Kalian kapan jalannya?” tanyaku penasaran.

“Tadi siang.”

Lihat selengkapnya