Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #3

Tidak Percaya Takhayul

"Mang Adul?" baru saja melangkah akan jalan tidak jadi.

Adul hanya berdiri belakangi Gayatri sontak melempar payung biru. Gayatri lalu berdiri berhadapan Adul wajahnya sudah basah sembab dengan rintik air hujan.

Seluruh tubuh Gayatri sudah basah kuyub, wajahnya makin basah dua mata menatap serius wajah ingin berpalingnya Adul.

"Mang Adul. Apa benar ceritanya dengan Jakira? Kalau rumah ini dulunya, pernah jadi pembunuhan masal? Lalu mayat-mayat korban pembunuhan masal itu di kuburkan di sekitar rumah ini?" payung biru seraya bebas bergerak saat terhempas angin.

Hanya diam dan membisu, seraya berat bibir merah tua tebal Adul buat menjawab. Dua matanya hanya hitam seram saja menatap kosong wajah penasaran Gayatri dari tadi menanti jawaban.

Lalu lirikan penasaran mata Gayatri melirik pada nisan lapuk basah yang masih ada ditangan kirinya Adul.

"Gayatri ..." baru saja mulut Adul akan menjawab sudah keduluan Tuminem berteriak memanggilnya dari depan teras berada rumah.

Wajah basah kini tersenyum perhatikan dua kaki telanjang tidak beralas, mungkin membawa penasaran akan jawaban yang masih belum terjawab dari mulutnya Adul.

"Walau dulunya benar. Dulunya rumah ini pernah terjadi pembunuhan masal dan mayat-mayat itu di kubur'kan disini. Saya tidak percaya cerita itu! Semua itu takhayul!" tersenyum tapi sinis Gayatri sebentar berbalik yakinkan dirinya tidak percaya ceritanya Adul.

Adul hanya tersenyum perhatikan Gayatri sebentaar lagi sampai menghampiri Tuminem. Dua mata Adul perhatikan rumah berlantai dua sudah basah semuanya, bangunannya masih kental dengan bangunan bergaya belanda hanya bisa terdiam membisu dan mungkin menyimpan cerita seram.

"Baik Bayu. Nanti Tante sampai'kan pada Gayatri," jawab Intan lalu meletakan ponselnya keatas meja setelah menjawab telponnya Bayu.

"Mbok, masak air hangat buat Gayatri sana," masih berdiri Gayatri perhatikan pelataran halaman malahan jadi makin gelap dan berselimut kabut.

Tuminem bergegas berjalan kearah dapur, tersenyum dirinya perhatikan Jakira dan Ardi santai duduk diatas kursi sambil mereka masih membaca komik seram bercerita zombie.

"Tadi Bayu telpon. Dia tanya apakah ponsel kamu yang baru sudah sampai? Kata Bayu, dia mau kok pinjam'kan hp buat kamu," dua tangan Intan menyeka wajah basah Gayatri dengan handuk kecil.

Tapi sejak dari tadi dua matanya hanya terdiam kosong tidak mau beranjak pergi, pandangan matanya hanya melihat pelataran halaman luas menghijau.

Rasanya apa yang tadi barusan di lihatnya masih membekas dalam benak dan pikiran Gayatri, terasa benar makin mengular rasa merinding dan ketakutan pada raut wajahnya.

Lihat selengkapnya