Sudah berapa kali raut kecemasan wajah Lukas, wajahnya tampan tapi sudah sembab basah oleh rintik hujan. Sejak dari tadi motor juga ikut basah, masih banyak paket yang harus segera di anterkan pada penerimanya.
Jas hujan berlogo anak panah menembus langit cerah dengan dasar warna jas hujan merah. Jadi ciri khas kebanggan Lukas, sebagai kurir. Walau berwajah tampan tidak ada rasa malu Lukas bekerja sebagai kurir.
Sudah berapa kali motor berputar-putar mencari jalan yang tidak tergenang banjir, tapi hampir semua jalan kali ini tergenang air.
Motor berhenti, helm merah berlogo panah menembus langit cerah di bukanya. Lalu di sangkutkan pada spion kanan, kini kacanya tidak lagi terlihat wajah tampan lukas.
Ada rasa tidak enak dalam hati dan rada tanggung jawab yang besar sekali, bila dirinya sampai tidak bisa mengantarkan paket pada penerima sampai tepat waktunya.
"Gimana ini, hampir semua jalan banjir?" masih duduk diatas jok sadel motor metic.
Sambil menoleh kekanan kiri dalam keranjang terbuat dari bahan anti air, masih banyak paket yang tertunda pengirimannya akibat karena hujan deras dan banjir.
"Gimana caranya gua harus anterin paket-paket itu? Pasti orangnya berharap bila paketnya segera di terimanya. Tapi semua jalanan banjir?" guman wajahnya melirik kearah kaca spion kiri, masih kelihatan wajah tampan Lukas walau sembab basah rintik hujan.
Makin cemas lagi saat perahtikan icont batre ponsel tersisa satu bar saja, lalu ponsel di masukan kedalam saku jaketnya.
Makin besar rasa tanggung jawab Lukas sebagai kurir sampai otaknya berpikir mencari cara jalan agar semua paket bisa diterima oleh pemesannya. Pastinya saat ini dirinya sangat di nanti-nanti orang-orang yang sedang menunggu dirinya.
"Hampir semua jalanan banjir," berdiri Lukas lalu membuka penutup keranjang, paket kotak kecil ada nama penerima tertulis Gayatri.
Genangan air makin tinggi, karena rintik hujan makin deras. Sedangkan akses jalan hanya satu-satunya yang bisa dilalui untuk menujuh jalan kealamat Jl Ujung Lembah No. 6, atas namas Gayatri. Paket cepat di masukan lagi kedalam keranjang, makin cemas raut wajah Lukas.
"Gua udah muter-muter cari jalan. Tapi tetap aja sama. Sama semua jalanan tergenang air, cuman jalan itu yang dekat dengan alamat penerima paket itu," sudah duduk lagi diatas jok sadel motor.
Dua mata Lukas hanya perhatikan jalan masih tergenang rintik hujan deras. Sontak tangan kanannya mengurangi rasa cemas sejak dari tadi menyelimuti wajah tampannya Lukas.
Cepat pantatnya diajak turun dari jok sadel motor, lalu tangan kirinya mengambil paket lagi. Tangan kanannya laku menempelkan ponsel pada kuping kanan.
"Nutttt ... Nuttt ..." suara nada sibuk panggilan.