Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #9

Pelarian Diatas Uwungan

Hanya mengerang marah serta dua tangan pukuhan zombie mencakar-cakar angin sepi berdiri dibawah.

Tatapan sedih Gayatri melihat dua adik, Ayah dan Bundanya serta Tuminem, mereka kini sudah jadi mayat hidup.

Dan zombie lainnya berebutan kursi berdiri ingin menjangkau keatas atap plapon yang sudah bolong, terlihat hanya terduduk saja Gayatri diatas para zombie.

Hanya gelap, mungkin saja tiba-tiba ada zombie di hadapannya Gayatri mulai terhantui rasa ketakutan.

Hanya sendiri diatas uwungan plapon, dibawah sudah seperti neraka banyak sekali mayat hidup yang mereka ingin sekali menjadikan Gayatri, jadi bagian dari mereka.

"Gua harus cari jalan keluar," merangak jalan Gayatri.

"Auw" baru saja merangkak jidatnya sudah terbentur kayu yang melintang di hadapannya.

Menahan sakit, terduduk bingung terkurung dalam gelap. Hanya gelap ketika dua matanya melihat sekitar uwungan atas plapon, tatapannya terhenti melihat cahaya masuk dari celah genteng yang renggang.

Mungkin tadi tetesan air hujan masuk lewat celah genteng bocor itu, yang sempat bangunkan Gayatri tapi tetap saja tidurnya lelap sekali.

Mungkin dirinya mikir, berada dimana Gayatri sekarang. Apa dirinya berada diatas dalam kamarnya.

"Barangkali saja kamar gua masih diatas plapon atap ini?" tidak jauh dirinya merangkak dalam gelap.

"Mungkin genteng ini yang bikin bocor?" guman dalam hati sambil dua tangannya menarik turunkan genteng kedalam.

Tapi tetap saja dirinya harus waspada, kalau-kalau zombie itu berhasil naik keatas uwungan atas plapon.

Dirinya pasti akan celaka, tapi hanya gelap hanya terdengar suara mengerang masih dibawah.

Sudah empat keping genteng berhasil di turunkan dua tangan Gaytari, kini wajahnya makin terlihat indahnya sinar rembulan malam menerangi wajahnya.

Masih ada barisan kayu reng buat meletekan genteng-genteng, karena tubuhnya langsing bisa bikin Gayatri masuk kedalam celah rangkaian kayu reng.

Setengah tubuhnya sudah berada diatas, setengah tubuhnya sampai pinggang masih berdiri didalam gelap atas uwungan atas plapon.

Hanya diam dua mata, terlihat bingung bercampur kesedihan hatinya melihat banyak sekali zombie-zombie berkeliaran dihalaman rumah.

Para zombie berusaha ingin keluar, tapi terhalangnya gerbang pintu yang tinggi sekali. Berapa kali zombie-zombie terjatuh dari lekukan pintu gerbang, karena saking tinggi sekali pintu gerbang itu dibuat.

Lemparan senyuman wajah Gayatri melirik pada rembulan bulat masih terhalangi serpihan kumpulan awan hitam di hadapannya.

Gerakan sayap-sayap besar kelelawar berterbangan seraya sedang bergembira, namun tidak tahu dirinya kelelawar tidak ada rasa empati sedihnya seorang gadis terpenjara dalam rumah bagai neraka.

"Apa mungkin ini jawaban? Karena gua ngak percaya cerita takhayul?" guman dalam hati Gayatri pandangannya pada para zombie yang baru terlahir merangkak keluar dari dalam tanah.

Lihat selengkapnya