Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #13

Maaf Sang Kurir

"Gua disini, Bayu ..." teriakan Gayatri sempat didengar Lukas masih berdiri didepan pintu gerbang.

Para zombie masih mencoba naik dinding tembok, tapi mereka terjatuh lagi. Karena jarak antara teras lantai dan jendela lantai atas lumayan tinggi juga.

Panggilan Gayatri makin bikin banyak berdatangan zombie, ketika apalagi setengah badannya melongok keluar dari jendela.

"Bayu ..." teriak lagi Gayatri, masih dikira itu adalah pacarnya.

"Gua, harus nolongin gadis itu. Kasihan dia," guman Lukas sambil bawa keranjang berisi paket yang talinya di lilitkan pada lehernya.

Dua kakinya mulai merangkak naiki lekukan besi pintu gerbang yang cukup lumayan tinggi sekali. Ada rasa takut ketika dua kakinya sudah berdiri diatas besi, wajahnya melihat kebawah hanya ada gelap dan becek saja.

Helm hitam masih dipakai pada kepalanya, mungkin buat menghindari gigitan liur virus beracun.

Bayangan puluhan zombie masih terlihat pada balik kaca helm. Dua kakinya juga sudah merangkak pindah pada balik pintu gerbang bagian dalam.

Baru saja dua kakinya akan pelan-pelan turuni lekukan besi pintu gerbang tidak jadi. Seketika kerumunan zombie berdatangan berbalik mengejarnya.

"Akhhhhhh ..." teriak ketakutan.

"Srottttt! baru saja kaki kanannya akan merangkak naik, tapi kaki kirinya tersandung ujung tajam besi lekukan pintu gerbang.

"Huhh!" menahan sakit cepat dua kakinya makin tinggi merangkak naik lagi keatas.

Mengerang sambil dua tangan mendorong-dorong pintu gerbang, sempat ketakutan Lukas kalau-kalau pintu gerbang rubuh.

Dirinya benaran akan celaka dan jadi korban zombie gila itu, dari kejauhan dua mata Gayatri mulai tahu bila itu bukanlah pacarnya yang datang.

"Hoiii ... Zombie sini loe ..." teriakan kencang mengundang para zombie berbalik berlari kearah teras depan rumah.

Cepat dua kaki Lukas menuruni lekukan besi pintu gerbang, tapi lagi-lagi para zombie berbalik dan cepat dua kaki Lukas naik lagi keatas pintu gerbang besi.

Makin banyak zombie dan mungkin sebentar lagi pintu gerbang itu akan rubuh dan dirinya akan jadi santapan para zombie gila.

"Waduw parah nih!" makin ketakutan Lukas karena makin kencang para zombie tangannya mendorong-dorong pintu gerbang.

Lihat selengkapnya