Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #16

Sedikit Ada Rasa Cinta

"Kenapa bisa jadi begini?" emosi pertanyaan Bayu sinis menatap pacarnya.

Lukas hanya terdiam merasa serba salah, bila sebisa mungkin dirinya akan segera keluar dari rumah yang sudah menyekap dirinya dan mengancam nyawanya dari mayat-mayat hidup gila itu.

"Dan loe, kenapa bisa ada disini?" tidak mau ada baku hantam, Gayatri berdiri halangi kepalan tangan kanan Bayu akan mencocor wajah Lukas.

"Jangan, Bay." lembut sekali pelukan tangan kirinya Gayatri seraya menenangkan marah kepalan kanan pacarnya.

Kurir tampan itu semakin tidak enak hati, dirinya juga tidak mau lama-lama setelah mengantarkan paket pada Gayatri.

"Gua, Lukas. Sejak dari tadi siang, gua mencoba anterin paket pesanan Gayatri. Tapi karena hujan bikin banjir jalanan kearah sini. Ya, setelah jalanan udah ngak banjir, gua coba anterin paket itu. Tapi saat sampai disini, gua juga ngak tahu kenapa banyak bangat zombie dirumah ini. Tapi naluri tanggung jawab gua sebagai kurir, gua tetap bertanggung jawab anterin paket. Tapi nyatanya gua terjebak dalam zona zombie yang ngurung gua dirumah ini," beber Lukas seraya cuman ingin kasih tahu Bayu melirik tergeletak ponsel baru diatas ranjang.

"Tapi? Tapi loe?" menahan rasa cemburunya.

"Gua, tahu loe udah salah paham'kan? Gua harap loe jangan punya pikiran macam-macam deh. Kalau saja rumah ini ngak banyak tuh zombie. Mungkin dari tadi gua juga udah pulang dari sini!" jawab lagi rasa sedikit emosi juga Lukas tahu karena Bayu cemburu dari raut wajahnya.

"Benar, Bay apa yang di katakan, Lukas. Aku juga sempat bingung, kenapa tiba-tiba saat aku terjaga bangun dari tidur. Zombie-zombie sudah ada dalam rumah ini. Sampai keluargaku juga sekarang mereka udah jadi zombie. Lukas cuman nganterin paket doang. Ngak ada apa-apa kok," yakinkan pacarnya itu berdiri sedikit tangannya singkap tirai jendela.

"Benar, Bay apa kata Gaya. Sekarang ini gimana caranya kita bisa selamat dan keluar dari rumah," sambung Lukas seraya benarkan dirinya.

Zombie-zombie makin berusaha naik keatas dengan sebatang bambu, baru saja setengah jalan mereka terjatuh dan menimpa zombie di bawahnya. Tertindih dan tertindih lagi zombie-zombie tidak bisa menaiki sebatang bambu.

"Gua tahu loe cemburu'kan sama gua? Loe yakin deh, Bay. Gaya, pacar loe setia bangat kok sama loe," sambil perhatikan lemari mulai bergeser sedikit mundur, Lukas mendorong menahan meja belajar dan merapat lagi lemari menahan pintu.

Tatapan seram wajah zombie yang tadi diluar kini semuanya masuk kedalam, macam dan bentuk wajah seram makin tambah suasana makin mencekam.

Semua perabotan rumah berantakan tidak karuan sudah, suara mengerang saling bersautan seraya ingin masuk kedalam kamar tapi terhalang.

Bilah tajam ujung kapak besar tampam terseret dilantai, pucat dan seram wajah Harja berjalan menarik gagang kapak.

Semua zombie seraya memberikan ruang jalan bagi Harja mendekati pintu kamar. Disambut tatapan seram Intan dengan kedua anaknya berjalan dibelakang seraya ingin membantu.

Semua zombie sudah berdiri disepanjang dinding luar kamar, mereka berbaris dengan kedua tangannya mulai mendorong-dorong zombie yang didepan.

Lihat selengkapnya