Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #17

Bangkitnya Lagi Para Zombie

"Akhhhhhhh ... Huahhhhhh ..." suara mengerang kesakitan para zombie yang kehilangan pergelangan tangan.

Tatapan kemarahan wajah-wajah seram serasa mengundang sedih penuh amarah mengerang kesakitan sebagian zombie yang kehilangan pergelangan tangannya. Lantas membuat empati mengundang rasa kasihan pada zombie lainnya.

Seraya ingin menyalak seperti kemarahan srigala, dengan memerah menyalah penuh amarah dua mata seorang Ayah yang kehilangan pergelangan tangan kanannya sejak dari tadi hanya meneteskan darah membasahi lantai.

Semua zombie, Intan, Tuminem, Ardi dan Jakira mungkin merasa ikut terpanggil empati dan makin meradang marah melihat Harja dan zombie lainnya kehilangan lengan tangan. Tanpa komando semua zombie serempak berdiri berbaris menghadap kembali pada pintu dan dinding kamar mulai doyong kedalam kamar.

Dua tangan terentang kedepan masing-masing mendorong punggung zombie-zombie berdiri didepan, sontak dari belakang semua dua tangan zombie mendorong.

"Akhhhhhhh ... Huahhhhhh ..." suara mengerang sekuat tenaga semua zombie.

Dinding kamar makin doyong kedalam, pintu makin bergerak bergeser kedalam. Lemari dan meja belajar juga ikut bergeser mundur. Panik ketakutan Gayatri, Bayu dan Lukas sekuat tenaga menahan dorongan dari luar.

"Krek ... Krek" dinding kamar makin terdorong kedalam doyong.

"Hahh ... Hahhhhh ..." teriak sekuat dua tangan Lukas menahan meja belajar.

Wajah seram dan banyak pasangan tangan mulai terlihat dari celah pintu dan dinding kamar sedikit lagi akan rubuh kedalam.

"Kas! Lukas!" paniknya Bayu.

"Gaya! Cepat ambil potongan tangan itu!" diteriaki Lukas, tapi Gayatri diam sesaat.

"Cepat lemparin potongan tangan itu keluar!" diteriaki Lukas tapi Gayatri cuman diam bengong.

Apa karena jijik dari tadi cuman diam dan ketakutan doang. Banyak tumpukan potongan tangan-tangan zombie berserakan dilantai, salah satunya potongan tangan yang dikenal Gayatri.

Lemari berada di garda paling depan bergerak bergeser mundur, apalagi meja belajar ikut bergerak makin mundur bergerak kedalam. Pintu makin terbuka terlihat setengah, jadi peluang banyak zombie masuk menyamping.

Apalagi dinding kamar makin doyong kedalam, pasti sedikit lagi akan rubuh kedalam. Makin ketakutan Gayatri cuman berdiri masih bengong saja.

Bayu dan Lukas berusaha sekuat tenaga menahan meja belajar, tetapi tetap saja dorongan puluhan tenaga zombie lebih kuat karena mereka lebih banyak.

"Gaya .... Cepat bantuin tahan ini!" hampir saja pintu terbuka lebar.

Dua tangan Gayatri cepat mendorong meja tapi tidak bergerak maju, padahal sekuat tenaganya sudah mendorong bersama Bayu sempat melirik senyum wajah pacarnya sedikit terpancing senyum.

Lihat selengkapnya