Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #18

Pestanya Para Zombie

"Mang Adul?" guman bingung dalam hati Gayatri sempat melirik Adul dari samping jendela berlatar belakang langit gelap.

Sempat Adul hanya tersenyum berdiri diluar jendela, kenapa dirinya tidak jadi zombie. Hanya tersenyum seakan menatap senang sekali Gayatri sedang berselimut dalam ketakutan yang makin membuat dirinya tercekam dengan kebangkitan zombie.

Sempat berapa kali ayunan ujung bilah tajam kapak meleset kewajah para zombie, ketika tangan meradang marahnya Lukas. Sebegitu ribet juga sambil pundak kiri kanannya tergemblok tali keranjang masih berisi paket dan potongan tangan.

"Kas! Gimana ini?!" mulai panik Bayu.

Sepanjang ruangan lantai-lantai jadi berantakan saat muncul merangkak naik zombie-zombie dari dalam retakan lantai.

Makin terdesak, makin ketakutan tapi lagi-lagi pandangan Gayatri masih melihat kearah Adul masih masih berdiri dibalik jendela luar samping kanan rumah.

"Mang Adul ..." teriak Gayatri, sempat semua zombie menoleh kearah jendela samping kanan.

"Gayatri?" bingung Lukas bertanya.

"Tadi disitu, ada Mang Adul?" jawab Gayatri makin mundur terpentok dinding ruangan.

Semakin mendekati puluhan zombie, semakin panik dan ketakutan Gayatri, Bayu dan Lukas tetap waspada. Mungkin capek juga tangan kanan kurir tampan itu tidak lagi mengayunkan gagang kapak, karena semua zombie lebih pintar selalu menghindar.

"Bayu, bantuin gua cepatan!" tas kerangjang di turunkan dari belakang pundaknya.

Saking ribet dan paniknya, sampai tidak tahu lagi-lagi kebangkitan zombie muncul dari belakang mereka bertiga. Wajah seram, dua matah menghitam dengan balutan pakaian terkoyak bekas gigitan. Rambut panjang zombie wanita itu makin merangkak naik dan seketika akan menarik dua kaki Gayatri.

"Gaya ... Awas ..." untung saja Bayu menoleh kanan belakang.

Gayatri sontak minggir ketakutan, lagi-lagi cengkraman seram dua tangan zombie perempuan itu akan menarik kaki mulusnya pacarnya Bayu.

Gagang kapak di rampas dari tangan kanan Lukas ikut menoleh kesamping kanan. Penuh amarahnya dua tangan Bayu mengayunkan bilah tajam kapak kearah dua kaki zombie seketika terputus.

"Brussst ..." darah muncrat dan zombie terkapar merangkak dilantai.

Tetesan darah mengalir dilantai, tanpa ada rasa jijik mungkin juga makin meradang marahnya Gayatri sampai mengambil potongan dua kaki zombie dan kembali di lemparnya.

Sontak zombie yang akan mendekat tidak jadi, mereka kembali berebutan dua potongan kaki zombie. Begitu juga Lukas dan Bayu melempar terpisah potongan tangan kearah pada zombie sontak berebutan potongan tangan zombie.

Kembali terdiam bengong sedih, tatapan wajah Gayatri hanya perhatikan betapa nikmatnya Intan, Ardi, Jakira dan Tuminem saling berebutan potongan tangan.

"Gaya! Loe jangan bengong aja!" kesal juga Lukas melihat Gayatri kini sedih raut wajahnya.

Lihat selengkapnya