Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #19

Mau Lari Kemana?

Suara lantunan musik disco makin pelan terdengar, makin pelan langkah naik dua kaki Gayatri, Lukas dan Bayu melirik para zombie.

"Lukas, batrenya. Batre hp gua lowbet," lirikan seram mata zombie mengarah pada mereka bertiga seperti patung tidak bergerak diatas undakan anak tangga.

Sekarang makin pelan terdengar suara alunan musik disco dari cerobong kecil speaker ponsel. Tidak lagi seasyik, seenergik tadi gaya macam-macam disco para zombie raut wajah mereka tidak terlihat seram lagi, seraya mereka berdisco didalam cafe dengan iringan musik dejayy beratap langit lampu aneka warna-warni.

Tapi kali ini semua zombie berbalik, wajah seram mereka kembali terlihat lagi. Tentu bikin Gayatri, Lukas dan Bayu makin kecut ketakutan wajahnya. Mereka mau lari kemana, dilantai atas pastinya mereka akan terdesak dan mau lari kemana juga.

"Lukas?" pelan ketakutan terdengar suara Gayatri melirik ponsel sudah tidak terdengar lagi suara musik disco dari cerobong kecil speaker ponsel.

"Bay, Bayu!" bengong ketakutan Bayu melirik zombie makin mendekat ketika dipanggil Lukas.

Untung saja senjata pemungkas masih tersisa didalam keranjang, mungkin juga paket yang belum sempat dianter Lukas sudah menyatu dengan darah tumpukan potongan tangan para zombie dalam keranjang.

"Lukas jangan dilempar foto itu!" untung saja Lukas tidak jadi melempar foto saat dilerai Gayatri.

Lukas sempat sekilas melihat foto bergambar pekerja-pekerja, orang belanda dan foto Adul.

Foto lalu di masukan lagi kedalam keranjang, potongan tangan kembali dilempar acak kearah zombie berebutan saling bertindih dan ada yang jatuh dilantai.

"Bayu cepat jangan bengong aja loe!" kesal juga Lukas cepat turunkan keranjang tasnya kebawah dan di letakan diantara mereka berdua.

Gayatri juga cepat turuni satu undakan anak tangga, tangan kanannya merogoh dan langsung melempar kotak paket kearah zombie sontak berebutan mengoyak-ngoyak paket.

Lukas dan Bayu juga melempar berapa kotak paket dan potongan tangan menyebar. Semua zombie mulai sibuk lagi berebutan saling bertindah buat perebutin kotak pakat dan potongan tangan.

"Lukas! Bayu ayo!" duluan dua kaki Gayatri naiki undakan ank tangga keatas.

"Kas, cepat!" sontak menyelah Bayu naik duluan keatas, saat Lukas menarik keranjang berapa kali tersundul undakan anak tangga.

Lagi-lagi para zombie terkecoh ketika mereka buka peket, yang cuman berisi mobil-mobilan, pakaian bayi dan sarung tangan karet. Kesal para zombie kembali mengejar, sebagian zombie terjatuh dan ada yang terinjak karena saking buru-burunya naiki undakan anak tangga.

"Akhhhhhhh ..." teriak ketakutan mereka bertiga sudah ada dilantai atas.

"Bayu bantu gua!" tangan kanan Lukas menarik meja dan dibantu dua tangan Bayu mendorong meja kearah anak tangga.

"Brug ... Brug ... Brug ..." meja meluncur turun menghantam semua zombie sebagian terbentur dan terjatuh.

Wajah bingung Gayatri kenapa berantakin lemari pajangan, tidak tahu apa yang sedang di carinya. Aneka macam panjangan berserakan jatuh dilantai, tapi dua matanya masih penasaran seperti mencari sesuatu.

Lihat selengkapnya