Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #21

Pertaruhan Nyawa

Pelan-pelan kedua kaki Lukas turuni undakan lemari, sampai-sampai kakinya menginjak pakaian didalam lemari, padahal dua kakinya ada matanya tapi tetap saja tidak melihat. Hampir kaki kanannya terpeleset tidak menginjak undakan lemari, tapi dua tangannya masih erat pegangan atap atas lemari.

Zombie masih sibuk membuka paket dan saling berebutan potongan tangan, tidak ada rasa jijik para zombie menggigit dan mengoyak potongan tangan.

Kini dua kakinya Lukas tepat berpijak diatas lursi, mungkin mata kakinya sudah melek.

Dirinya kini berdiri diatas kursi, bagai artis tampan yang ingin menampilkan bakatnya tapi dirinya sedang terancam mempertaruhkan nyawanya.

Padahal pelan-pelan ingin kaki kirinya mengajak turun kelantai, tapi tidak jadi saat lirikan seram mata zombie menoleh pada Lukas berdiri tegak seraya patung.

Hatinya mulai ketar-ketir ketakutan, dirinya cuman sendirian cuman buat ambil ponsel doang yang padahal jatuhnya tidak jauh dari posisi kursi tempatnya berdiri sekarang itu.

Lagi-lagi kini kaki kanannya di beranikan turun, sambil lirikan matanya melirik gagang kapak yang kenapa sekalian tidak di bawahnya tadi, cuman tergeletak diatas atap lemari.

Makin ketar-ketir ketakutan, bulir peluh makin mengajak menari-nari diwajah tampan makin terselimuti ketakutan yang teramat sangat.

Lagian kenapa juga Lukas sampai mau nekad mengambil ponsel yang terjatuh miliknya Gayatri, atau dirinya cuman merasa tidak enak hati saja.

Sudah telat dirinya mengantarkan paket ponsel baru, tapi kini tidak mungkin Lukas kembali mengecewakan Gayatri, atau jangan-jangan hatinya Lukas menyukai cewek pemilik ponsel yang masih tergeletak dilantai tidak jauh dari kerumunan zombie.

"Duh gua harus gimana nih? Ngak mungkin gua turun kesitu," guman ketakutan padahal mata kaki kanannya dari tadi mengajak turun dari atas kursi.

"Ngak mungkin deh. Bisa-bisa gua?" terpaksa juga akhirnya dua mata kakinya yakin mengajak turun juga dua kakinya Lukas sudah mendarat diatas lantai.

Pelan-pelan mengindik-ngindik berjalan ditepian dinding tembok kamar, dua matanya tetap waspada berselimut mencekam memandangi wajah-wajah seram para zombie.

Makin kecut ketakutan Lukas, saat belasan zombie masuk kedalam kamar, pelan-pelan setengah membungkuk tubuhnya sembari tangan kanannya meraih ponsel persis dibelakang zombie sedang membungkuk membelakangi.

"Lukas," pelan suara terdengar dari atas plapon.

Kelihatan kepala Bayu melongok keluar manggil Lukas makin ketakutan, tapi tangan kanannya sudah berhasil masukan ponsel kedalam saku belakang celana panjangnya.

Berjalan pelan kearah kursi, dua kaki Lukas padahal sudah dekat akan naik kursi. Sontak dari belakang dua tangan zombie mencengkram leher Lukas panik ketakutan merontah.

Dan pastinya juga mengundang semua zombie berbalik mungkin di lihatnya ada mangsa baru. Cepat Bayu turun dari atas uwungan atas atap plapon.

Lihat selengkapnya