"Gaya, pegang hp ini!" ponsel di berikan pada Gayatri tahu apa yang harus segera di lakukannya.
"Lemari hampir rubuh, semua zombie mendorong-dorong lemari. Menjuntai dua kaki Lukas, bikin puluhan pasang tangan zombie menariknya kebawah hampir terjatuh.
"Gaya cepatan!" makin panik Bayu tidak bisa lagi dua tangannya menahan bantu menarik keatas dua tangannya Lukas tapi dua kakinya merontah-merontah menendang wajah para zombie.
"Iya! Sabar, Bay! Aku lagi mindahin nomor kamu dulu sebentar!" ternyata lama sekali bikin tambah panik dan cemas saja Bayu makin melihat dua kaki Lukas makin tarik-tarik zombie.
Bulir peluh panik juga sudah membayangi raut wajah Gayatri, berapa kali sim card tidak bisa masuk kedalam slotnya.
"Huhhh!" kesal juga Gayatri sambil mencari serpihan kayu kecil atau lidi.
Untung saja tidak jauh dari dirinya terduduk jongkok, ada kawat kecil mungkin dulunya bekas mengikat besi pondasi. Masa bodoh walau kawat rada besar ukurannya, di paksakan masukkan kedalam lobang slot sim card.
Untung saja slot buat sim card bisa terbuka, sim card bisa nyaman sekarang di tempatnya setelah slot terdorong masuk kedalam. Kencang juga teelunjuk jari tangan kanannya menekan power, ponsel mulai bercahaya artinya sudah on.
"Gaya cepat ..." teriak lagi Bayu makin panik.
"Akhhhhhh ... Hahhhhhhh ..." kini makin ketakutan Lukas berteriak.
Ujung celana saja tergigit, hampir saja kakinya tergigit gigi tajam zombie terhenti sebentar saat terdengar alunan suara musik disco.
Sontak dua tangan Bayu menarik bantu dua tangan Lukas naik keatas atap lemari, tetapi lama-lama mereka berdua tidak bisa diam diatas atap lemari saja.
Semua zombie berdisco, seakan sedang mempertontonkan gratis tingkah gaya macam-macam mereka saat berdisco. Mungkin karena ponsel baru, batrenya masih strong dan suaranya masih terdengar cempreng walau cerobong speaker ponsel terdengar dari atas atap uwungan.
"Bay, loe ngapain?" dua kaki Bayu sudah di turunkan kebawah sedikit menyentuh atap lemari.