Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #23

Beratap Langit Mencekam

Kerja keras zombie ternyata tidak sia-sia, walau berapa kali ingin naik keatas menggapai atap plapon gypsum bolong akhirnya mereka bisa juga.

Tentu dengan bantuan suka rela bahkan ikhlas puluhan zombie terbaring jadi gundukan tumpukan gunung yang tinggi.

Harja, Intan, Ardi, Jakira, Tuminem serta zombie lainnya leluasa bisa merangkak naik keatas tentu mengular ingin naik juga keatas zombie-zombie lainnya.

Mungkin kali ini para mayat hidup tidak akan lagi dan tidak pernah memberikan kesempatan pada gadis yang terapit dua pangeran tampan itu untuk lebih lama bertahan hidup.

"Bayu ... Lukas ..." teriakan sontak terkejut bahkan makin mencekam diatas uwungan atap rumah yang rada gelap.

"Gaya ..." walaupun terkejut tapi begitu sigap cepat teriakan Lukas peringatkan Gayatri agar cepat menghindar.

"Cepat naiki atap genteng yang bolong itu ..." merangkak kayak kodok raut wajah Bayu makin panik cemas menoleh kebelakang dan sekitar uwungan atap rumah sudah ada belasan zombie.

Semua para zombie merangkak kayak kodok siap menerjang mereka bertiga, sangat seram wajah para zombie dan begitu seram tatapan mata Intan dan Tuminem cepat merangkak.

"Bledug ... Bledug ... Bledug ..." rasa sakit tidak di rasakan zombie ketika kening dan kepala mereka terbentur reng kaso genteng.

Saking ribetnya Lukas masih tetap menarik keranjang sambil merangkak jalan cepat, sekali tersangkut tali keranjang pada kayu reng gypsum.

"Brug" tamparan keras keranjang mendarat pada wajah Intan meradang marah.

"Gaya ... Cepat ..." teriakan Bayu makin panik kelihatan setengah kakinya berdiri dan merangkak naik.

"Gaya ..." sekarang setengah badannya menjuntai kebawah sambil tangan kanannya seraya akan membantu Gayatri hampir punggung belakangnya tercengkram tangan-tangan seram menghitam dua adiknya itu.

"Uahhhhhhh ..." nyaris saja bikin Gayatri panik teriak.

"Brug ... Brug ..." hantaman keranjang masih berisi paket dan potongan tangan mendarat kewajah dua adiknya Gayatri.

"Cepat Gaya!" berdiri Gayatri sontak dua tangan Bayu dari atas genteng menarik membantu pacarnya itu.

Tapi sekarang ini Lukas yang kesulitan buat naik keatas, karena masih banyak sisa paket. Yang mungkin masih ada rasa tanggung jawab akan dirinya harus segera mengantarkan paket itu.

Lihat selengkapnya