"Terima kasih buat kalain berdua udah mau temanin aku," tersenyum raut wajah Gayatri dibagi dua kekiri dan kanan.
Hanya tersenyum Lukas tidak berharap banyak, seraya hatinya sadar pada gadis yang baru di kenalnya itu. Dia sempat mendongkrak hatinya terpanggil buat mengejarnya, tapi itu tidak mungkin.
"Saking aja loe, Gaya udah ada pacar?" guman dalam hati Lukas beranjak bangun.
Sambil menoleh kekiri wajahnya tersenyum ketika dua pasang tangan saling berpelukan dengan saling menatap sendu mengikrarkan kesetiaan hati masing-masing.
"Semoga cinta kalian berdua selalu abadi," guman kecil Lukas mungkin cuman buat mengalihkan hatinya saja yang cemburu.
Makin erat dua pasang tangan berpelukan sambil terbawa duduk dua kakinya terlonjor sedikit menuruni susunan genteng. Hanya senyuman sendu saling terpancar dari dua wajah pasangan insan yang sedang di mabok lara asmara berselimut cinta terpapar ketulusan.
"Prug ... Brug ... Bruk ... Prang ..." belasan tangan dan kepala zombie muncul dari dalam bawah uwungan genteng.
"Bayu ..." dua tangan zombie berhasil mencengkeram paha mulusnya Gayatri sontak terkejut.
"Hahhh ... Akhhhhh ..." dua tangan Gayatri refleks pukul-pukul coba melepaskan dua tangan zombie.
Bayu dan Lukas juga ikut membantu, tapi kencang sekali cengkraman dua tangan zombie itu. Tangan dan kepala zombie bangkit dan makin bertambah banyak bermuncul dari bawah uwungan bawah genteng.
"Prug ... Brug ... Bruk ... Prang ..." makin panik dan ketakutan Gayatri dua paha mulusnya ingin segera lepas dari cengkraman dua tangan zombie yang sempat bikin jijik dan ketakutan itu.
"Prang" kesel juga Lukas ambil dan pecahkan genteng.
"Prug ... Prug ..." ujung tajam pecahan genteng di benturkan pada dua tangan zombie terlepas dan Bayu cepat menarik berdiri Gayatri.
"Prug ... Brug ... Bruk ... Prang ..." tangan dan kepala zombie makin keluar dan memecahkan genteng.
Mereka bertiga segera berlari pelan, takut kalau-kalau kaki mereka tertarik tangan zombie dari bawah uwungan genteng. Genteng rumah sudah pecah, hanya kelihatan puluhan dan kepala zombie seraya akan bangkit.
Malam seakan bertambah mencekam ketika berdatangan kelelawar terbang memayungi rumah yang kini semua gentengnya hanya terlihat puluhan tangan dan kepala zombie.