Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #25

Terpaksa Harus Menyingkirkan

"Tuan Elmo begitu baik sekali pada saya, Gaya. Saking baiknya Tuan Elmo pada saya, dia sampai mengkhianati saya karena kelicikan Rusman, Kakek kamu," tidak jelas hanya sepenggel cerita saja terlontar dari mulutnya Adul beratap kumis tebal.

"Maksud, Mang Adul?" balik tanya Gayatri makin bingung

Bayu dan Lukas hanya diam saja jadi pendengar yang baik, tapi tetap saja dua mata mereka waspada sering melirik pintu dan jendela. Takut kalau tiba-tiba zombie masuk meringsek kedalam, sengaja atau di biarkan saja daun jendela tidak tertutup, cuman tertutup selembar tirai saja.

Apalagi pintu, grendelnya hanya di biarkan melonjorkan tidak di masukan pada slotnya. Menunggu sesaat Gayatri kapan Adul mulutnya akan kembali bercerita lagi, hanya bikin penasaran menggantung saja ceritanya.

Kembali Pada Masa 26 Tahun Silam

"Mungkin semua ini belum rejeki saja, Mang." kata Tuminem kala itu dirinya masih sangat muda dan cantik dengan balutan kebaya atas hijau dan lilitan kain coklat tua bercorak kembang.

Berapa tumpukan pakaian sudah rapi di lepitnya tergeletak diatas bale panjang bersampingan Tuminem duduk. Beranjak bangun dari duduk, Tuminem lalu mengambil tumpukan pakaian dari atas bale panjang dan kemudian masukan kedalam lemari kecil berpintu selembar kain hijau tua.

Dari depan jendela tidak tertutup daun jendelanya terbuka lebar, menahan rasa kecewanya Adul makin tergurat jelas pada raut wajahnya.

Pandangan dua matanya melihat bangunan rumah bergaya belanda berdiri tegak dibelakang paviliun, tempat tinggalnya.

Hamparan luas perkebunan aneka macam rempah-rempah beratap langit cerah, kesemua itu miliknya Tuan Elmo. Mungkin harapan Adul tidak akan bisa memiliki kesemua itu, yang mana pernah di janjikan Tuan Elmo pada dirinya.

Banyak pekerja terlihat disemua penjuru perkebunan, semua pekerja itu selalu mengandalkan kebaikan Tuan Elmo, yang juga punya orang kepercayaan yang sangat di percayainya adalah Adul.

Tapi sejak keberadaan Rusman, tentu membuat tersingkir pelan-pelan Adul, yang awalnya dia adalah orang kepercayaan orang belanda itu.

Rusman begitu licik dan pendengki, bikin Adul selalu tersingkir dan sering juga dimarahi tanpa alasan dan juga sering dimaki-maki Tuan Elmo marah tanpa sebab.

Padahal Adul sadar walau dirinya tidak di percaya lagi dengan Tuan Elmo, tetapi dirinya tetap bekerja mengawasi para pekerja.

Sampai suatu hari kenapa Tuan Elmo begitu percaya dan sayang sekali pada Rusman, sampai-sampai akan di janjikan semua perkebunan dan rumah miliknya akan di berikan pada lelaki yang menjadi saingannya itu.

Sedih menangis tersedu-sedu Laminten, istrinya Rusman terpaksa harus mengikuti keinginan suaminya itu yang hatinya sudah gelap akan harta milik Tuan Elmo.

Kesedihan Laminten punya alasan, betapa dirinya sangat sayang mencintai Rusman, tetapi semua itu harus tergadaikan. Dirinya harus mau melayani dan bila bisa Laminten harus menjadi istrinya Tuan Elmo.

Baru tahu dan sadar kenapa Tuan Elmo tidak lagi akan menepati janjinya pada Adul, marah bercampur kecewa saat tidak sengaja dirinya mendengar keinginan Tuan Elmo akan segera memperistri Laminten, istrinya Rusman.

Lihat selengkapnya