Zona Zombie -Novel-

Herman Siem
Chapter #28

Sedikit Lagi

Mungkin aneh bagi para zombie dengan isi paket yang di bukanya, tapi paket itu sungguh pesan yang pasti sangat di butuhkan oleh pemesannya. Paket-paket hanya berserakan diatas tanah yang semakin banyak meninggalkan noda telapak kaki yang tidak beraturan itu.

Zombie sebentar bingung raut wajah seramnya perhatikan isi paket hanya terlihat gagang besi saja. Lalu paket berkotak kecil panjang setengah terbuka bungkusannya, di lemparnya kebelakang hampir saja terkena kepala Gayatri. Kemudian diam-diam diambil Gayatri dari belakang zombie masih sibuk berebutan paket.

Dari tempat yang cukup gelap hanya samar penerangan cahaya, paket dibuka isinya stik golf ukurannya lumayan panjang juga kira-kira 179 cm, lumayan buat menghalau mundur zombie. Kini pisau dan stik golf jadi senjata mereka bertiga, tapi tidak pada Lukas dirinya tidak dibekali senjata apapun.

"Yang penting gimana caranya kita bertiga bisa keluar dari sini," sedikit jiper juga Lukas perhatikan zombie-zombie berkerubungan terbagi berapa kelompok sedang sibuk berebutan paket.

"Hp gua lowbet," sambung lagi Lukas lalu masukan lagi ponsel saku celananya.

"Sama hp gua juga," ditimpali Bayu melirik Gayatri sedikit tersenyum sambil dua tangannya pegang gagang stik golf.

"Tenang aja. Zombie-zombie itu pasti kita hibur dengan musik disco. Ponselku'kan baru. Pasti batrenya ngak lowbet," makin yakin raut wajah Gayatri kali ini berapa kali dua tangannya mengayunkan stik golf kearah zombie.

"Gaya, hati-hati." sontak pesan Lukas buat Gayatri tersenyum, tapi cemburu buat Bayu.

"Udeh deh, Kas! Loe, jangan caper terus sama Gaya!" langkah ketiga pasang kaki terhenti karena kecemburuan Bayu.

Zombie-zombie berbalik, mungkin sudah tidak asyik lagi berebutan paket aneh isinya, apalagi potongan daging dan ayam beku juga sudah habis di lumatnya.

"Suara loe, Bay!" bikin kesel Lukas.

"Udah-udah kalian berdua jangan berisik!" dua tangan Gayatri merentang menahan dada Bayu dan Lukas menahan emosinya.

Para zombie makin mendekat, walau samar penglihatan mata mereka terus ratusan kaki mengajaknya makin mendekat. Gagang stik golf siap terayun ujungnya kewajah-wajah zombie dan ujung tajam pisau siap menghunus seluruh tubuh zombie.

Tapi rasanya mereka bertiga akan tetap tidak bisa mengalahkan atau lari dari zombie-zombie itu, lihat saja langkah para zombie makin cepat mendekati.

"Zombie-zombie?" sekarang mulai datang rasa cemas dari raut wajahnya Gayatri.

"Kas, pegang stik golf ini," stik golf di berikan pada Lukas maju kedepan.

Lihat selengkapnya