Rumah dijalan Ujung Lembah No. 6, terasa makin mencekam berpayung langit gelap dan berselimut kabut putih paket. Hanya terdengar teriakan dari dalam kegelapan hamparan luas halaman rumah, serasa rumah juga hanya terdiam membisu ikut tercekam ketakutan juga.
Langit makin gelap, serpihan gumpalan awan hitam makin terasuki kelicikan ikut menggelapkan alam semesta ini.
Kepakan sayap hitam tidak lelah-lelahnya ratusan kelelawar berterbangan diatas langit seraya makin menutupi langit makin terasa gelap.
"Akhhhhhh ..." terdengar teriakan dari kejauhan pekik kesakitan Gayatri dari dalam gelap.
"Gayatri ..." balasan teriakan Bayu mulai cemas raut wajahnya hanya ada gelap saja di hadapannya.
Terbaring sudah seluruh tubuhnya basah dengan bercak darah, dua matanya mendelik tajam sebentar terpejam.
Bekas gigitan zombie kini sudah membekas pada seluruh tubuh Gayatri, artinya liur virus zombie mulai mengular masuk kedalam urat nadi mengalir terpusat pada jatungnya.
Ada rasa bahagia bagi para zombie, karena sudah berhasil menjadikan Gayatri salah satu dari mereka.
Kini sinar cahaya rembulan malam menerangi, betapa baiknya dia menerangi wajah cantik sudah terkapar sekujur tubuhnya sudah bercampur darah.
Tubuhnya kejang-kejang, urat menghitam menjalar keseluruh tubuhnya, dua mata menghitam terbuka seraya akan melompat keluar dari dua cangkangnya. Benar saja Gayatri kini sudah jadi bagian salah satu dari zombie.
"Gaya! Gayatri ..." masih penasaran teriakan Bayu belum juga terbalas teriakan pacarnya.
Langkahnya makin tegang, karena cuman gelap saja di hadapannya. Sedangkan Lukas masih sibuk dengan gagang stik golfnya terus di ayunkan buat menghalau zombie.
Ujung bilah tajam pisau sedikit tersisa lumuran darahnya, masih siap jadi senjata tangan kanannya Bayu. Raut wajahnya makin tergurat cemas, makin terasa mencekam dirinya hanya berdiri sendiri dalam gelap bersalut kabut pekat.
Sekilas bayangan zombie di lihatnya, sontak Bayu berbalik putarkan dirinya tetap ujung bilah tajam pisau selalu siaga dan waspada.
"Gaya ...!" teriak memanggil Bayu, barangkali saja itu pacarnya yang tiba-tiba ada di belakangnya.
Tapi hanya gelap malam dan sepi makin mencekam, hatinya Bayu yakin bila pacarnya itu segera di temukan. Tapi kali ini langkah kedua kakinya terhenti, raut wajahnya mulai tidak tegang dan cemas seperti tadi.
"Gaya?" sambil maju mendekati tapi ujung bila pisau tetap waspada.
Langkah dua kaki Bayu tidak jadi mendekati pacarnya, dari kiri kanan dan depan seketika berlarian zombie seraya tidak memberikan ruang pada Bayu untuk mendekati pacarnya.