Pelan-pelan Gayatri di baringkan, Lukas tidak lagi duduk jongkok. Masih terbalut sedih dan kesal menatap Bayu, dirinya juga sama-sama tidak ingin dengan kematian pacarnya itu.
Zombie makin dekat, makin banyak berdatangan dari setiap penjuru sudut halaman rumah. Setengah membungkuk Lukas tangan kanannya mengambil stik golf dan siap-siap beraksi lagi.
"Semoga kamu bisa tidur lelap, Gaya." mungkin itu ucapan terakhir Bayu, tangan kirinya merogoh saku celana pendek hitam yang dipakai pacarnya.
Pasti ponsel nanti akan berguna yang kini sudah pegang tangan kanan dan masukan kedalam saku celananya Bayu.
Lirikan sinis tajam dua mata Bayu mengarah pada pisau masih terhunus di dadanya Gayatri, terduduk setengah jongkok Bayu.
"Sruppp" gagang pisau tertarik oleh dua tangan Bayu.
Tetesan darah seger masih menyelimuti bilah pisau yang kini siap menghalau zombie-zombie lagi. Kini tidak lagi bertiga, hanya Lukas dan Bayu yang mereka juga tidak ingin menjadi mayat hidup bakalan menyiksa diri mencari mangsa.
"Srooot ... Srooot ... Srooot ..." sayatan dan tusukan pisau berkali-kali bersarang dan tertinggal pada setiap tubuh zombie
"Prug ... Prug ... Prug ..." re-do berulang kali pukulan stik golf mendarat pada wajah, kaki, tangan, dada serta punggung zombie.
Benar-benar hebat seluruh pasukan zombie tidak akan pernah habis, dia kalah jatuh tumbang tapi kembali bangkit lagi.
Tapi ada juga zombie-zombie yang tumbang tidak bangkit lagi, malahan mereka cuman jadi bantalan terbaring diatas tanah basah tertelengkup terinjak-injak zombie lainnya.
Tapi kali ini malahan berbalik bikin kewalahan dan ketakutan juga kelihatan dari raut wajah Lukas dan Bayu, ketika pisau sempat tertahan telapak tangan zombie mengeluarkan darah. Bayu tidak kuasa lagi pegang gagang pisau bikin dirinya makin ketakutan.
Stik golf berhasil disita zombie, bikin Lukas mundur ketakutan dan terkejut ketika stik batang golf begitu saja di patahkan jadi dua bagian oleh zombie.
Tidak adalagi senjata lagi buat mereka berdua, kini semakin terdesak mundur ketakutan. Apalagi pisau yang sudah dilempar jauh sekali, mungkin sudah terperangkap dalam lobang-lobang gelap tidak tahu dimana pisau itu berada.
Panik dan makin terdesak saja Lukas dan Bayu, padahal mereka berdua sudah berada dibalik pintu gerbang.
"Bay?" cepat tangan kanan Bayu merogoh saku celana.
"Cepat Bay!" makin ketakutan panik juga Lukas meminta cepat pada Bayu agar cepat menyetel music disco dari ponsel.
Zombie makin mendekat, makin panik dan ketakutan kelihatan dari raut wajah Lukas. Wajah bercahaya Bayu sempat tersengat cahaya ponsel, jari jemari tangan kanannya menscrol masih mencari.