"Ardi, Jakira sudah matikan tivinya," pinta Tuminem rada kesal juga sejak dari tadi dua anak itu masih menonton tv saja.
"Iya Mbok!" sahut kesal Ardi.
"Mbok Bawel!" makin tidak senang Jakira.
Tapi dua pasang mata masih asyik terduduk menonton flim zombie. Sempat Tuminem ketakutan menontonnya, tampak dilayar tivi besar semua zombie hangus terbakar api.
Kesal dan sontak tangan kanannya menekan tombol power warna merah remot tivi.
"Mbok ...!" kompak kesal Jakira dan Ardi.
"Sudah sana kalian berdua bangun'kan Kakak kalian. Dari tadi masih tidur! Nanti Ayah dan Bunda sebentar lagi pulang dari kantor," hanya terduduk menahan kesal Ardi dan Jakira.
Pantat mereka berdua berat buat beranjak bangun dari kursi beralas busa empuk. Remot tivi dibawah Tuminem beranjak jalan kedapur.
Jakira sontak bisik-bisik kuping kanan adiknya lantas tersenyum menahan tawa. Tahu apa sudah dibisiki Jakira pada Ardi beranjak bangun dan turun dari kursi.
Ternyata cuman mimpi, buktinya Gayatri sekarang masih terlelap masih tertidur pulas. Padahal sejak dari tadi dering suara ponsel terdengar, dering suaranya musik disco. Dering kesukaan Gayatri, kelihatan berapa kali ada panggilan tidak terjawab dari Bayu, pacarnya.