3:17: Jangkar Terakhir

Oleh: Nuryono

Blurb

Raka Santoso telah hidup seperti orang mati selama tujuh tahun.

Sejak kecelakaan yang merenggut kedua orang tuanya, tepat pukul 03:17, 47 arwah selalu muncul di sekelilingnya. Tak seorang pun bisa melihat mereka. Semua menganggap Raka mengalami gangguan jiwa.

Namun ada satu orang yang bisa melihat semuanya: Lily Kusuma.

Lily menemukan bahwa 47 arwah tersebut bukan sekadar hantu. Mereka adalah jiwa-jiwa yang terjebak sebagai jangkar, penjaga pintu menuju Loka Sunya—dimensi antara hidup dan mati.

Masalahnya, tubuh Raka sendiri sedang memudar. Jika ia mati, pintu itu akan terbuka.

Dan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada 47 arwah sedang menunggu di baliknya.

Sande Kala.

Makhluk purba yang hanya membutuhkan satu hal: pintu terbuka dan jiwa manusia untuk dimangsa.

Kini Raka dan Lily hanya memiliki waktu terbatas untuk memutus kutukan, membebaskan 47 jiwa, dan menghadapi pilihan paling berat: menyelamatkan dirinya sendiri atau menyelamatkan dunia.

Premis

Seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang tubuhnya perlahan menjadi transparan setiap tahun akibat kutukan supernatural harus membebaskan 47 arwah yang terikat pada dirinya sebelum ia mati dan membuka pintu menuju dimensi Loka Sunya, sementara satu-satunya orang yang mampu melihat para arwah—seorang mahasiswi yang juga memiliki kemampuan supranatural—membantunya menemukan jalan keluar.

Karakter

Pada malam 17 Maret 1923, di reruntuhan Candi Dieng, Kyai Sadewo bersama Nyi Kenanga dan seorang biksu tua berusaha menahan Sande Kala, makhluk purba yang mencoba memasuki dunia manusia.

Kyai Sadewo gagal mempertahankan kekuatannya. Ketika darah Raden Wiryo menyentuh sebuah jam saku antik, kekuatan jangkar berpindah kepadanya bersama 47 arwah yang terperangkap di antara dua dimensi. Jam tersebut kemudian berhenti tepat pada 03:17.

Seratus tiga tahun kemudian, Raka Santoso mengalami kecelakaan bersama kedua orang tuanya. Dalam detik-detik terakhir hidupnya, ibunya, Sari, menggunakan kekuatan yang diwarisinya untuk menghidupkan kembali Raka.

Namun sesuatu yang jauh lebih besar ikut berpindah ke tubuh anak itu.

47 arwah.

Sejak saat itu, setiap pukul 03:17 Raka melihat mereka. Selama tujuh tahun ia hidup sendirian, dianggap mengalami gangguan jiwa, dijauhi teman-temannya, menjalani terapi yang tidak pernah berhasil, dan perlahan melihat tubuhnya sendiri menjadi transparan.

Pada 2026, ketika tubuhnya telah memudar sekitar 30 persen, Raka mengetahui bahwa ia hanya memiliki waktu sekitar enam bulan sebelum menghilang sepenuhnya.

Kemudian datang Lily Kusuma.

Lily bukan hanya mampu melihat para arwah. Ia mampu mengenali sejarah mereka. Ia menemukan bahwa 47 jiwa tersebut merupakan bagian dari sistem jangkar yang menjaga pintu menuju Loka Sunya, dimensi antara hidup dan mati.

Jika Raka mati tanpa menyelesaikan proses transfer, pintu akan terbuka.

Dan sesuatu sedang menunggu di baliknya.

Bersama Lily, Raka mulai mencari cara membebaskan ke-47 arwah. Dalam perjalanan mereka menemukan bahwa para arwah tidak sepenuhnya jahat. Mereka adalah korban yang telah terperangkap selama puluhan bahkan ratusan tahun. Raden Wiryo bahkan beberapa kali melindungi Raka dan Lily dari bahaya.

Hubungan Raka dan Lily pun berkembang. Untuk pertama kalinya Raka memiliki seseorang yang benar-benar memahami dirinya. Namun Lily kemudian menawarkan diri menjadi jangkar berikutnya demi menyelamatkan Raka.

Raka menolak.

Ia tidak mau Lily mengalami tujuh tahun penderitaan yang sama.

Di sisi lain, mereka bertemu Pak Yanto, jangkar sebelumnya yang selama 37 tahun hidup dalam rasa bersalah karena pernah melarikan diri dari tanggung jawab. Kesaksiannya mengungkap bahwa kegagalan seorang jangkar dapat menyebabkan kematian massal.

Ketika Raka semakin dekat dengan batas kematiannya, Sande Kala akhirnya menyerang secara langsung.

Makhluk itu mengetahui bahwa tubuh Raka sedang memudar dan menunggu pintu terbuka. Jika itu terjadi, bukan hanya 47 jiwa yang akan menjadi korban. Ribuan manusia dapat mati dalam waktu singkat.

Pada 17 Februari 2027, Raka, Lily dan Pak Yanto melakukan ritual terakhir.

Pukul 03:17, ke-47 arwah muncul untuk terakhir kalinya.

Raka menghadapi mereka bukan dengan ketakutan, tetapi dengan penerimaan. Ia berjanji membebaskan mereka.

Namun setelah proses pembebasan dimulai, Raka harus masuk ke Loka Sunya dan menghadapi godaan terbesar: bertemu kembali dengan kedua orang tuanya dan hidup selamanya bersama orang-orang yang telah meninggal.

Sande Kala mencoba membuatnya menyerah.

Tetapi Raka memilih kembali.

Ia memilih Lily.

Ia memilih kehidupan.

Dengan kekuatan kehendaknya, Raka berhasil melawan Sande Kala sementara Pak Yanto memutar kembali mekanisme jam. Pintu Loka Sunya akhirnya tertutup dan terkunci secara permanen.

47 arwah akhirnya bebas.

Raka selamat.

Tubuhnya berhenti memudar.

Bertahun-tahun kemudian, Raka hidup bersama Lily dan membangun keluarga. Mereka menjalani kehidupan panjang yang sebelumnya mustahil dibayangkan Raka.

Namun di Loka Sunya, Raden Wiryo tetap berdiri menjaga pintu yang telah terkunci bersama Kyai Sadewo dan para penjaga lainnya.

Dunia tidak pernah tahu pengorbanan mereka.

Dan mungkin memang tidak perlu.

Karena yang penting adalah satu hal:

kegelapan tetap terkunci.
Lihat selengkapnya