Blurb
Setelah kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan tragis, seorang gadis dibesarkan dengan penuh kasih oleh ibu angkatnya. Kehidupannya mendadak terusik saat seorang wanita muda datang membawa bukti bahwa ia adalah istri sah mendiang ayahnya, lalu menuntut hak perwalian atas sang gadis. Di balik klaim tersebut, tersembunyi ambisi besar untuk menguasai warisan yang ternyata hanya jatuh kepada sang gadis. Sebuah pertarungan sengit antara ibu angkat dan ibu yang hanya menginjak kehidupan orang lain pun dimulai.
Karakter
Sejak kedua orang tua kandungnya meninggal dunia dalam kecelakaan tragis, Nadia, gadis berusia 18 tahun, dibesarkan oleh Rina, ibu angkat yang selama bertahun-tahun mencurahkan kasih sayang tanpa membedakan Nadia dari anak kandungnya sendiri. Kehidupan mereka sederhana namun penuh kehangatan, hingga suatu hari semuanya berubah.
Seorang wanita muda bernama Maya datang membawa surat nikah yang membuktikan dirinya adalah istri sah mendiang ayah Nadia. Dengan dokumen tersebut, Maya menuntut hak perwalian atas Nadia yang belum genap berusia dewasa. Di balik sikap lembut dan air mata yang dipertontonkan, Maya menyimpan tujuan lain. Ia mengetahui bahwa mendiang suaminya meninggalkan warisan dalam jumlah besar yang seluruh haknya baru bisa dicairkan dengan persetujuan wali sah Nadia.
Merasa telah menjadi ibu yang sesungguhnya, Rina menolak menyerahkan Nadia kepada wanita yang tidak pernah hadir dalam hidup anak itu. Pertarungan hukum, fitnah, dan berbagai cara licik pun dimulai. Maya bahkan tidak segan memanipulasi saksi, menyebarkan kebohongan tentang Rina, hingga menghasut Nadia agar membenci ibu angkatnya.
Di tengah konflik, Nadia mulai mencari tahu masa lalu ayahnya. Ia menemukan fakta mengejutkan bahwa Maya memang sengaja mendekati ayahnya yang kaya raya, menikahinya secara diam-diam saat sang ayah sedang sakit, lalu menunggu kesempatan untuk menguasai seluruh harta keluarga. Namun, wasiat terakhir sang ayah justru menetapkan Nadia sebagai satu-satunya ahli waris, sementara Rina dipercaya sebagai sosok yang paling layak membimbingnya hingga dewasa.
Dengan bukti-bukti yang berhasil diungkap, kebohongan Maya akhirnya terbongkar di hadapan pengadilan. Hak perwaliannya ditolak, sementara Rina tetap menjadi ibu yang diakui bukan karena ikatan darah, melainkan karena cinta, pengorbanan, dan ketulusan yang telah ia berikan selama ini. Nadia pun menyadari bahwa keluarga sejati tidak selalu lahir dari hubungan darah, melainkan dari mereka yang tetap memilih tinggal dan berjuang saat kehidupan menjadi paling sulit.